Kubu Prabowo Manfaatkan Status Dhani sebagai Tahanan Titipan

Baehaqi Almutoif
Baehaqi Almutoif

Selasa, 26 Februari 2019 - 09:01

JATIMNET.COM, Surabaya – Ahmad Dhani banjir dukungan sejak berstatus tahanan titipan di Rutan Klas 1 Surabaya di Medaeng sejak awal Februari lalu. Sejumlah keluarga, kolega mulai dari artis hingga politisi ramai-ramai mengunjungi musisi kelahiran Surabaya itu.

Beberapa tokoh sebut saja Anang Hermansyah dan Asanty menjenguknya. Kemudian Ketua MPR RI yang juga Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, Calon Presiden Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno terlihat mampir ke rutan yang terletak di Kabupaten Sidoarjo itu.

Pengamat komunikasi politik Universitas Airlangga, Suko Widodo mengatakan bahwa kunjungan beberapa kawan dan politisi negeri ke rutan menunjukan rasa simpati sebagai sahabat.

“Selain itu juga memperlihatkan solidaritas terhadap kawan,” ujar Suko saat dihubungi melalui pesan singkatnya, Senin 25 Februari 2019.

BACA JUGA: Safeea Rayakan Ultah Sederhana Bareng Ahmad Dhani

Mengenai adakah makna politik? Pria yang juga pengajar di Unair mengakui ada upaya menarik simpati publik untuk mengarahkan dukungan ke capres nomor urut 02. Sebab sejauh ini afiliasi politik Dhani adalah penyokong Prabowo Subianto dalam kontestasi pilpres.

“Ada upaya untuk mengarahkan ke sana (meraih simpati publik). Seolah-olah Dhani sebagai obyek yang dipersalahkan. Tujuannya jelas, meraih simpati. Ini yang memudahkan Prabowo mendongkrak suara di Surabaya,” ungkapnya.

Banyak tokoh politik pendukung capres nomor urut 02 telah mengunjungi Ahmad Dhani. Rata-rata menyuarakan satu kesepakatan, yakni pendiri Dewa 19 itu tak bersalah.

Sebut saja Prabowo yang menjenguknya pada Selasa 19 Februari 2019 lalu menyebut bahwa Dhani adalah korban ketidakbenaran hukum. Dia menuduh ada pihak yang memainkan dendam politik sekaligus intimidasi politik.

BACA JUGA: Mulan Jameela Jenguk Ahmad Dhani Di Rutan Medaeng

“Tidak bisa dipungkiri, sedikit banyak pasangan capres nomor urut 02 mendapat keuntungan dari hal tersebut (kasus Dhani), terutama di Jatim," urainya.

Upaya meraih simpati publik atas kasus Dhani ini menguatkan basis jaringan dan kekuatan pendukung pasangan Prabowo-Sandiaga. Tapi ihwal mengikis suara capres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Suko menyebut, masih sulit.

Menurutnya Jawa Timur adalah kantung penting bagi capres yang disokong PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Hanura, Partai NasDem, PKB, dan PPP itu.

"Sejauh ini Jatim masih dikuasai nomor urut 01,” tandas Suko Widodo.

Baca Juga

loading...