Logo

Kriuk di Luar dan Lumer di Dalam, Sensasi Es Krim Goreng Saat Disantap

Reporter:,Editor:

Senin, 16 February 2026 03:00 UTC

Kriuk di Luar dan Lumer di Dalam, Sensasi Es Krim Goreng Saat Disantap

Chef Susanto menunjukkan es krim goreng menjadi menu andalan di The Alana Hotel Surabaya untuk berbuka puasa, Senin, 16 Februari 2026. Foto: Januar.

JATIMNET.COM, Surabaya – Inovasi kuliner semakin bermunculan saat menjelang bulan Ramadan 1447 H/2026 M. Aneka menu berbuka puasa mulai disiapkan sebagai alternatif bagi warga untuk melepas dahaga dan lapar.

Salah satunya adalah es krim goreng yang nantinya menjadi menu spesial di The Alana Hotel Surabaya. Jenis minuman beku yang lumer ketika dilumat ini sebenarnya bukan menu baru. Namun, sengaja dimunculkan kembali karena jarang disajikan selama beberapa tahun terakhir.

“Kami mencoba menghadirkan kembali dengan tampilan dan cita rasa yang lebih menarik bagi tamu hotel untuk berbuka puasa,” ujar Eksekutif Chef Alana Hotel Chef Susanto, Senin, 16 Februari 2026.

Es krim goreng diangkat sebagai sajian utama dessert di tengah sajian Arab, western, dan makanan Indonesia yang mendominasi menu di hotel berbintang empat. Maka, kemunculan es krim goreng merupakan strategi untuk memunculkan pengalaman berbeda di bidang kuliner.

BACA: Tak Perlu ke Seoul, Street Food Korea Kini Ada di Aston Mojokerto

Karena tujuan itu, es krim goreng yang hadir sebagai menu berbuka puasa memiliki kombinasi tekstur dan sensasi suhu yang kontras. Pada bagian luar memiliki tekstur renyah dan hangat setelah digoreng. Namun, pada bagian dalam tetap lembut dan dingin, sehingga menciptakan sensasi rasa yang unik ketika disantap.

Dalam proses pembuatannya, es krim terlebih dahulu dibentuk bulat, kemudian dilapisi roti tawar yang dipipihkan hingga menutup seluruh permukaan. Setelah itu adonan dibekukan kembali sebelum dilapisi tepung dan adonan, lalu digoreng cepat agar bagian luar renyah sementara bagian dalam tetap dingin.

Chef Susanto menambahkan, menu es krim goreng tidak disajikan setiap hari, melainkan hadir secara rotasi pada periode tertentu dalam rangkaian menu buka puasa. Meski demikian, es krim sebagai dessert tetap tersedia setiap hari dengan variasi menu yang berbeda.

“Kami ingin memberikan sesuatu yang berbeda bagi tamu. Sensasi panas di luar dan dingin di dalam membuat pengalaman makan menjadi lebih menarik, terutama saat berbuka puasa,” katanya.