Jumat, 03 April 2026 12:00 UTC

Ilustrasi perundungan. Freepik
JATIMNET.COM, Jember – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jember memberikan pendampingan intensif terhadap korban dugaan perundungan (bullying) yang terjadi di Kecamatan Jombang. Pendampingan ini difokuskan pada pemulihan kondisi psikologis korban.
Korban berinisial F (15) dilaporkan mengalami trauma meski secara fisik hanya mengalami luka ringan berupa lebam.
Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Dinsos Jember, Sugeng Riyadi, mengatakan bahwa pihaknya melibatkan tenaga psikolog dalam proses pendampingan.
“Terkait proses hukum, itu nanti dari pihak kepolisian. Tapi kalau kami, fokus pada pendampingan, khususnya kondisi psikis korban,” kata Sugeng, saat dikonfirmasi pada Jumat, 3 April 2026.
Pendampingan dilakukan bersama Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) serta pekerja sosial (Peksos), tidak hanya kepada korban, tetapi juga kepada para terduga pelaku.
“Kondisi korban saat ini ada lebam ringan, tidak sampai luka berat. Namun trauma itu pasti ada, sehingga kami libatkan psikolog dalam pendampingan,” ujarnya.
Selain itu, Dinsos juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Jember dan Bakorwil V Pemprov Jatim untuk memastikan penanganan berjalan komprehensif.
Kasus ini bermula dari dugaan pengeroyokan terhadap F (15) oleh sekitar 10 orang pada Sabtu malam, 28 Maret 2026 di Kecamatan Jombang. Saat ini, perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan oleh Polsek Jombang.
Sebanyak 2 dari 10 terduga pelaku merupakan teman SMP korban. Para terduga pelaku juga masih berusia remaja.
Yang lebih keji, aksi penganiayaan ini direkam oleh para terduga pelaku. Kemudian videonya disebarkan ke lingkungan sekolah tempat korban menuntut ilmu. Diduga untuk semakin mempermalukan korban.
Akibatnya korban hingga kini enggan bersekolah karena semakin trauma.
