Logo

Kenapa Banyak Orang Mulai Betah Duduk Lama di Teras Rumah

Kadang, ketenangan paling sederhana justru datang dari duduk diam melihat sore perlahan turun.
Reporter:,Editor:

Sabtu, 23 May 2026 09:30 UTC

Kenapa Banyak Orang Mulai Betah Duduk Lama di Teras Rumah

Ilustrasi: Sore di teras. -Dx Gen-AI

JATIMNET.COM - Teras rumah perlahan kembali menjadi ruang favorit banyak orang dalam beberapa tahun terakhir. Aktivitas sederhana seperti duduk santai sore hari, minum kopi pagi, atau mengobrol dengan tetangga kini mulai terasa lebih berharga di tengah kehidupan modern yang terlalu sibuk.

 

Fenomena ini semakin terlihat di kawasan perumahan urban dan pinggiran kota di Jawa Timur. Banyak orang mulai sengaja menyediakan kursi kecil, tanaman, hingga area duduk sederhana di depan rumah mereka.

 

Perubahan ini bukan sekadar soal desain rumah, tetapi juga perubahan kebutuhan emosional masyarakat modern yang semakin lelah dengan rutinitas digital.

 

Data We Are Social 2025 menunjukkan rata-rata masyarakat Indonesia menghabiskan lebih dari 7 jam 22 menit per hari menggunakan internet. Sebagian besar waktu tersebut dihabiskan melalui ponsel untuk media sosial, hiburan, dan komunikasi digital.

 

Paparan layar yang terlalu panjang membuat banyak orang mulai mencari aktivitas kecil yang terasa lebih tenang dan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

Teras Rumah Kembali Menjadi Ruang Sosial

 

 

Sebelum era media sosial berkembang pesat, teras rumah memiliki fungsi sosial yang sangat kuat di Indonesia.

 

Orang tua dulu sering duduk di depan rumah saat sore sambil menyapa tetangga atau sekadar menikmati suasana jalan kampung. Kebiasaan ini sempat memudar ketika aktivitas digital mulai mendominasi kehidupan sehari-hari.

 

Namun dalam beberapa tahun terakhir, kebiasaan tersebut perlahan muncul kembali. Di banyak kawasan perumahan Jawa Timur, suasana sore kini mulai terasa lebih hidup. Orang duduk santai sambil bermain dengan anak, menikmati kopi, atau berbincang ringan tanpa agenda besar.

 

Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat modern tetap membutuhkan ruang sosial sederhana di luar layar digital.

 

 

Rumah Kini Tidak Hanya Tempat Istirahat

 

Pandemi beberapa tahun lalu ikut mengubah cara masyarakat memandang rumah. Banyak orang mulai menghabiskan lebih banyak waktu di rumah karena sistem kerja hybrid dan aktivitas digital.

 

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan tren work from home dan hybrid working masih bertahan di berbagai sektor jasa dan industri kreatif hingga 2025.

 

Akibatnya, rumah tidak lagi hanya menjadi tempat tidur atau beristirahat setelah bekerja. Masyarakat mulai mencari area kecil yang terasa nyaman untuk jeda mental sehari-hari. Teras rumah akhirnya kembali memiliki fungsi penting sebagai ruang transisi antara aktivitas pribadi dan suasana luar.

 

Tidak sedikit orang sengaja mempercantik area depan rumah dengan tanaman hias, lampu hangat, atau kursi santai sederhana.

 

 

Ada Kebutuhan untuk Melambat Sejenak

 

Kehidupan modern membuat banyak orang merasa terlalu cepat menjalani hari. Notifikasi pekerjaan, media sosial, hingga informasi tanpa henti membuat otak sulit benar-benar tenang.

 

Survei Jakpat 2025 menunjukkan lebih dari 62 persen responden Gen Z Indonesia mengaku sering merasa lelah secara mental akibat aktivitas digital yang terus berlangsung setiap hari.

 

Karena itu, aktivitas sederhana seperti duduk di teras mulai terasa menenangkan. Tidak ada target produktivitas. Tidak ada tekanan sosial besar. Orang hanya menikmati udara sore, melihat jalan depan rumah, atau berbincang santai dengan keluarga.

 

Hal-hal kecil seperti ini perlahan kembali dianggap penting oleh masyarakat urban.

 

 

Tren Desain Rumah Ikut Berubah

 

Perubahan gaya hidup ini juga memengaruhi desain hunian modern. Banyak pengembang perumahan kini kembali menghadirkan area teras yang lebih nyaman dibanding beberapa tahun lalu. Konsep rumah minimalis modern mulai dipadukan dengan ruang terbuka kecil yang terasa lebih hidup.

 

Data Rumah123 Insight 2025 menunjukkan pencarian rumah dengan area outdoor kecil seperti teras dan taman depan mengalami peningkatan cukup besar pascapandemi.

 

Hal ini memperlihatkan bahwa masyarakat mulai mencari rumah yang tidak hanya efisien, tetapi juga nyaman secara emosional.

 

Teras rumah akhirnya bukan lagi sekadar area parkir motor atau tempat menaruh sandal.

 

 

Duduk di Teras Menjadi Kemewahan Baru yang Sederhana

 

Di tengah dunia yang semakin sibuk dan serba digital, banyak orang ternyata mulai merindukan suasana sederhana yang dulu terasa biasa saja.

 

Fenomena tren duduk di teras rumah menunjukkan bahwa kebahagiaan modern tidak selalu datang dari tempat mahal atau hiburan besar.

 

Kadang, ketenangan justru hadir saat seseorang punya waktu menikmati sore tanpa tergesa-gesa.

 

Teras rumah perlahan kembali menjadi ruang kecil yang membantu orang merasa lebih dekat dengan lingkungan, keluarga, dan dirinya sendiri.