JATIMNET.COM, Jakarta - Pusat Pembinaan dan Pendidikan (Pusbindik) Khonghucu Kementerian Agama telah menyelesaikan penyusunan soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) agama Khonghucu untuk siswa SD, SMP, dan SMA, Rabu 30 Januari 2019 kemarin. Penyusunan tersebut berlangsung selama tiga hari sejak Senin 28 Januari 2019.

Kapus Pusbindik Khonghucu Mudhofier mengatakan penyusunan naskah soal ujian nasional Agama Khonghucu itu diikuti para pakar guru agama Khonghucu dan seluruh ASN Pusbindik Khonghucu. Dalam hal ini, kemenag menjadi leading sector untuk pembuatan soalnya.

Ia mengatakan penyusunan naskah USBN 2019 Agama Khonghucu itu sudah selesai, dan akan didistribusikan kepada Kanwil Kemenag se-Indonesia hingga ke Kankemenag Kabupaten dan kota sebagai penyelenggara USBN tahun 2019.

BACA JUGA: Menag Minta Umat Hargai Perayaan Imlek

"Semoga acara ini memberi impact positif bagi pengembangan pendidikan dan pelayanan yang semakin baik di Pusbindik Khonghucu," ujarnya seperti dalam laman Kemenag.go.id.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama M Nur Kholis Setiawan mengatakan setiap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan setiap satuan kerja (Satker) di Kemenag harus berdampak pada kesalehan sosial.

"Semua kegiatan keagamaan harus berdampak pada kesalehan Ritual dan Sosial," kata M Nur Kholis Setiawan di Jakarta, Rabu 30 Januari 2019.

Nur Kholis mengatakan setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) selayaknya dapat menghindari sikap ekstrim. Terlebih, beberapa tahun terkahir Kemenag terus menggelorakan moderasi beragama.

BACA JUGA: Begini Tradisi Sajian Makanan Saat Imlek 

Menurutnya, ada 6 sasaran strategis Kemenag tahun 2019, meliputi peningkatan kualitas kehidupan umat beragama, peningkatan harmoni sosial dan kerukunan umat beragama, peningkatan kualitas pelayanan keagamaan.

Selain itu, peningkatan akses layanan pendidikan, peningkatan mutu pendidikan agama dan keagamaan, serta peningkatan kualitas tatakelola pembangunan bidang agama.

Ia juga menelisik bahwa kualitas pendidikan agama yang moderat dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain sumber daya manusia pendidik atau guru yang mumpuni. "Lingkungan pendidikan yang memadai dan peserta didik yang berkualitas juga ikut mempengaruhi," katanya.