Logo

Kembali Hadir di Surabaya, Pameran BBW Targetkan Penjualan 5 Juta Buku

Reporter:,Editor:

Selasa, 20 January 2026 08:00 UTC

Kembali Hadir di Surabaya, Pameran BBW Targetkan Penjualan 5 Juta Buku

Pameran buku internasional Big Bad Wolf Books (BBW) kembali hadir di Surabaya, Selasa, 20 Januari 2026. Foto: Januar.

JATIMNET.COM, Surabaya – Pameran buku internasional Big Bad Wolf Books (BBW) kembali hadir di Surabaya pada awal tahun ini. Kehadiran BBW didorong tingginya minat baca masyarakat di Kota Pahlawan.

Karena alasan itu, pihak penyelenggara membawa sekitar 5 ribu eksemplar buku dengan harga terjangkau. Country Director Big Bad Wolf Indonesia, Marthius Wandi Budianto optimis, buku yang dipajang dalam event itu akan habis terjual.

"Melihat beberapa kali event di Surabaya, animo masyarakat cukup bagus target ini bisa tercapai," jelasnya, Selasa, 20 Januari 2026.

Event literasi berskala besar ini akan digelar mulai 29 Januari hingga 8 Februari 2026 di Convention Center Tunjungan Plaza 3, lantai 6. Ada beragam promo menarik disiapkan, mulai dari buku dengan harga Rp15.000, Rp25.000, Rp35.000, hingga Rp75.000, serta giveaway dan harga spesial lainnya.

“Kami berkomitmen menjadikan buku sebagai sesuatu yang bisa diakses semua kalangan masyarakat Indonesia. Buku tidak harus mahal untuk bisa dibaca,” kata Marthius.

BACA: AKD Kecamatan Gresik dan KWG Beri Literasi Media pada Kades dan Perangkat

Ia menegaskan, BBW tetap konsisten menggratiskan tiket masuk bagi seluruh pengunjung. Menurutnya, BBW menjadi salah satu event berskala besar yang hingga kini tidak memungut biaya masuk sama sekali. “Pokoknya kita pastikan lantai 6 Tunjungan Plaza nanti benar-benar ‘tenggelam’ oleh buku,” ujarnya.

Surabaya dipilih sebagai kota pembuka rangkaian BBW Indonesia tahun 2026 karena dinilai memiliki posisi strategis, baik secara geografis maupun logistik. Selain sebagai kota besar, Surabaya juga memiliki pelabuhan yang memudahkan distribusi buku langsung dari para pemasok.

“Tahun lalu pertama kali kami kembali ke Surabaya dan responsnya sangat baik. Karena jaraknya tidak terlalu dekat, kami putuskan Surabaya menjadi kota pertama BBW di 2026,” jelasnya.

Marthius optimistis terhadap minat masyarakat, meskipun di tengah kondisi ekonomi dan inflasi yang cukup tinggi. Ia menilai masyarakat Indonesia tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama.

“Di tengah kondisi ekonomi apa pun, masyarakat biasanya tidak takut berinvestasi di bidang edukasi. Buku masih menjadi produk yang relevan dan dibutuhkan,” katanya.

BACA: PELMAR Gaungkan Literasi Digital lewat Roadshow di Madiun

Untuk memudahkan pengunjung, BBW tahun ini juga bekerja sama dengan Lion Cargo sebagai mitra logistik resmi. Layanan ini memungkinkan pengunjung mengirimkan buku langsung dari lokasi pameran tanpa harus membawa beban berat.

“Kalau pengunjung belanja banyak dan malas membawa, bisa langsung kirim lewat kargo,” tambahnya.

Melalui BBW, pihaknya berharap semakin banyak masyarakat yang terjangkau akses buku. Menurutnya, rendahnya tingkat literasi di Indonesia tidak selalu disebabkan oleh minimnya minat baca, tetapi juga karena keterbatasan akses terhadap buku.

“Kami mencoba memberikan solusi agar akses buku yang selama ini sulit didapat bisa lebih mudah dijangkau. Dari tahun ke tahun, peminat BBW di Surabaya terus meningkat,” ujarnya.

Marthius bahkan menargetkan seluruh warga Surabaya bisa mampir ke BBW tahun ini. “Kalau bisa, 100 persen warga Surabaya datang ke Tunjungan Plaza. Yang terpenting, semakin banyak calon pembaca, maka dampaknya akan terasa bagi generasi berikutnya,” pungkasnya.