Logo

Kemarau Ekstrem, Sebagian Petani Beralih dari Padi ke Cabai

Reporter:,Editor:

Rabu, 09 September 2026 06:00 UTC

Kemarau Ekstrem, Sebagian Petani Beralih dari Padi ke Cabai

Petani menyirami tanaman cabai di lahannya dengan menggunakan air waduk yang mulai mengering, di Brayublandong, Kecamatan Dawarblandong, Rabu, 9 September 2026. Foto : Wanto.

JATIMNET.COM, Mojokerto – Pergantian musim membuat petani di Desa Brayublandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, mengubah pola tanam. Saat musim hujan lahan ditanami padi, sedangkan memasuki kemarau petani beralih menanam cabai dengan mengandalkan air waduk.

Prabdi (80), petani asal Dusun Brayung Kulon, mengatakan pola tanam tersebut sudah menyesuaikan dengan ketersediaan air. Saat kemarau, waduk menjadi tumpuan untuk mengairi tanaman cabai.

“Yang diandalkan hanya waduk ketika musim kemarau. Kalau musim hujan baru penanaman padi,” kata Prabdi, Rabu (9/9/2026).

Prabdi menggarap sekitar dua hektare lahan cabai. Saat tanaman masih kecil, penyiraman dilakukan hampir setiap hari. Setelah tanaman mulai besar, penyiraman dilakukan sekitar tiga hari sekali menggunakan selang sepanjang 75-80 meter.

Menurutnya, air waduk biasanya cukup untuk mengairi lahan selama satu hingga dua bulan. Persediaan bisa lebih lama jika hujan masih turun sehingga menambah debit air waduk.

Namun kini, permukaan waduk mulai menyusut sehingga petani mulai khawatir kesulitan mendapatkan air.

Sekitar 40-50 petani mengandalkan waduk yang sama untuk mengairi lahan. Total lahan yang bergantung pada sumber air tersebut mencapai hampir 20 hektare.

Kondisi waduk sebenarnya lebih baik setelah dilakukan pengerukan, terutama pada tahap kedua. Namun, tanpa tambahan hujan, air yang tersisa diperkirakan hanya cukup sekitar satu setengah bulan.

“Harapannya bulan Oktober sudah turun hujan. Petani ini biar tidak berat-berat mencari airnya,” ujarnya.

Cabai yang ditanam sebagian digunakan untuk kebutuhan sendiri. Jika hasil panen berlebih, petani menjualnya kepada pengepul yang datang ke wilayah Brayublandong.