Logo

Kasus Keracunan Massal di Sidoarjo, Kepala SPPG Kalitengah Minta Maaf

Reporter:,Editor:

Rabu, 02 September 2026 10:03 UTC

Kasus Keracunan Massal di Sidoarjo, Kepala SPPG Kalitengah Minta Maaf

Kepala SPPG Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Rafli Ridho saat diwawancarai, Rabu, 2 September 2026. Foto: Januar

JATIMNET.COM, Sidoarjo – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Rafli Ridho, menyampaikan permohonan maaf setelah ratusan siswa dan santri mengalami keluhan kesehatan usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rafli mengaku menyesal atas kejadian yang terjadi setelah makanan dari SPPG Kalitengah didistribusikan kepada sejumlah sekolah. Ia menyampaikan permintaan maaf tersebut saat ditemui pada Rabu, 2 September 2026.

"Mohon maaf ya, saya menyesal," kata Rafli.

Rafli menjelaskan, pihaknya memasak makanan MBG mulai sekitar pukul 05.30 WIB. Setelah proses pengolahan selesai, petugas mendistribusikan makanan tersebut ke sekolah-sekolah sekitar pukul 11.00 WIB.

Menurut Rafli, makanan tersebut memiliki daya tahan sekitar empat jam setelah proses distribusi.

"Makanan itu bertahan sekitar empat jam-an setelah didistribusikan," jelasnya.

 

Makanan Disebut Sempat Dites Rasa

Rafli juga mengungkapkan bahwa pihak sekolah melakukan pengecekan rasa sebelum makanan dibagikan kepada siswa dan santri.

Ia mengatakan, guru dari masing-masing sekolah yang menerima makanan MBG bertugas mencicipi makanan tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, tidak ada laporan mengenai masalah pada makanan sebelum dibagikan.

"Nah setelah saya tanyai, katanya aman, enggak ada masalah dimakanan itu, tetapi kenapa kok keracunan lah itu yang saya bingung," jelasnya.

Rafli mengaku masih mempertanyakan penyebab munculnya keluhan kesehatan tersebut. Ia menyatakan pihak SPPG perlu mengetahui titik persoalan yang menyebabkan siswa dan santri mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan MBG.

 

SPPG Kalitengah Layani 2.800 Porsi per Hari

SPPG Kalitengah mulai beroperasi pada April 2026. Setiap hari, unit tersebut menyiapkan makanan MBG untuk 19 sekolah.

Rafli menyebut SPPG Kalitengah memproduksi sekitar 2.800 porsi makanan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan penerima manfaat di sekolah-sekolah tersebut.

Kasus dugaan keracunan mulai muncul pada Selasa, 1 September 2026. Ratusan siswa dan santri yang mengonsumsi menu MBG pada siang hari kemudian mengalami sejumlah keluhan kesehatan.

Gejala yang dilaporkan antara lain pusing, mual, hingga kejang. Sejumlah siswa dan santri kemudian mendapat penanganan medis di beberapa rumah sakit di Kabupaten Sidoarjo.

Jumlah warga yang mengalami keluhan kesehatan terus bertambah. Hingga Rabu, 2 September 2026, tercatat 566 siswa dan santri dilaporkan mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG dari SPPG Kalitengah.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 88 orang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Sidoarjo.

Pihak terkait masih melakukan penanganan terhadap para pasien sekaligus menelusuri penyebab munculnya keluhan kesehatan setelah konsumsi makanan MBG tersebut.