Selasa, 17 February 2026 06:00 UTC

Jalan rabat beton di Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang yang dibangun menggunakan dana desa 2025. Foto: Zainal Abidin
JATIMNET.COM, Sampang – Kualitas jalan beton di Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang disorot kalangan aktivis.
Halil Abdillah, Koordinator Jaringan Kawal Nusantara (JKN) menuding jalan yang baru rampung dibangun lima bulan lalu telah menunjukkan retakan di sejumlah titik permukaan. Ia meragukan kualitas proyek yang bersumber dari Dana Desa (DD) 2025 itu.
Ia mendesak Inspektorat Sampang untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan proyek tersebut. Terutama, mengenai teknis pengerjaan dan kualitas bahan material yang digunakan.
"Kalau beberapa bulan saja sudah rusak. Maka, patut diduga pekerjaannya asal-asalan," katanya, Selasa, 17 Februari 2026.
BACA: Pengadaan Mesin MRI Senilai Rp24 Miliar di RSMZ Sampang Terindikasi Korupsi
Menurut Halil, kualitas proyek dengan anggaran Rp191 juta itu perlu dievaluasi. Kuat dugaan, kerusakan itu disebabkan faktor kualitas pengerjaan yang jelek.
"Kami minta Inspektorat untuk mengaudit pekerjaan proyek tersebut, apakah sesuai rencana anggaran biaya (RAB) atau tidak," pintanya.
Kepala Inspektorat Sampang Ari wibowo saat dikonfirmasi mengaku belum menerima laporan terkait kerusakan proyek DD di Mambulu Barat. Pihaknya akan segera menerjunkan tim untuk melakukan kroscek ke desa tersebut.
"Kami juga akan meminta klarifikasi kepada kades dan camat terkait proyek tersebut," katanya.
Ari menyampaikan, saat ini Inspektorat masih mengumpulkan data untuk melakukan audit terhadap semua kegiatan dana desa tahun anggaran 2025. Tujuannya, memastikan program pembangunan berjalan maksimal dan sesuai RAB.
"Data-data masih dikumpulkan sama tim, semua kegiatan DD 2025 akan diaudit tahun ini," terang Ari.
