Logo

Istirahat Singkat Membantu Perjalanan Jarak Menengah Tetap Nyaman

Tubuh yang diberi waktu beristirahat akan lebih siap melanjutkan perjalanan dengan aman.
Reporter:,Editor:

Selasa, 14 July 2026 08:00 UTC

Istirahat Singkat Membantu Perjalanan Jarak Menengah Tetap Nyaman

Ilustrasi: Rehat sejenak berkendara. -Dx Gen-AI

JATIMNET.COM - Mobilitas harian tidak selalu berarti perjalanan singkat dari rumah menuju kantor. Banyak pekerja, tenaga kesehatan, guru, teknisi lapangan, hingga pelaku usaha di kota besar seperti Surabaya menempuh perjalanan puluhan kilometer setiap hari.

 

Aktivitas yang padat sering membuat waktu istirahat dianggap tidak penting, padahal jeda singkat dapat membantu menjaga konsentrasi selama berkendara.

 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia telah melampaui 159 juta unit, sementara sepeda motor mendominasi sekitar 87 persen dari keseluruhan kendaraan.

 

Tingginya jumlah kendaraan mencerminkan besarnya mobilitas masyarakat setiap hari. Di sisi lain, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat faktor manusia masih menjadi penyebab utama sebagian besar kecelakaan lalu lintas, termasuk kelelahan dan menurunnya konsentrasi pengemudi.

 

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keselamatan perjalanan tidak hanya bergantung pada kondisi kendaraan, tetapi juga kesiapan fisik dan mental pengendaranya.

 

 

Kelelahan Datang Lebih Cepat dari Perkiraan

 

 

Banyak orang mengira rasa lelah baru muncul setelah berkendara selama beberapa jam. Kenyataannya, kelelahan dapat mulai dirasakan jauh lebih awal ketika seseorang menghadapi kemacetan, cuaca panas, kebisingan lalu lintas, atau tekanan untuk tiba tepat waktu.

 

Kemampuan otak mempertahankan fokus akan terus menurun apabila tubuh tidak memperoleh kesempatan untuk beristirahat. Pengendara menjadi lebih lambat merespons perubahan situasi di jalan, seperti kendaraan yang mendadak berhenti atau pejalan kaki yang menyeberang.

 

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kecelakaan lalu lintas menyebabkan sekitar 1,19 juta kematian setiap tahun di seluruh dunia.

 

Faktor kelelahan menjadi salah satu risiko yang berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan bersama dengan kecepatan berlebih, penggunaan alkohol, dan kurangnya kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.

 

Memberikan waktu beberapa menit untuk memulihkan kondisi tubuh menjadi langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko tersebut.

 

 

Lima Belas Menit yang Memberi Manfaat Besar

 

 

Banyak pengemudi menganggap berhenti sejenak hanya akan memperpanjang waktu perjalanan. Padahal, jeda singkat justru dapat membuat perjalanan berikutnya berlangsung lebih efisien karena tubuh kembali segar dan fokus.

 

Istirahat tidak harus dilakukan di tempat khusus. Area parkir yang aman, rest area, minimarket, atau ruang terbuka yang teduh dapat dimanfaatkan untuk meregangkan otot, minum air putih, dan mengatur napas sebelum melanjutkan perjalanan.

 

Kementerian Perhubungan secara rutin mengimbau pengendara yang melakukan perjalanan jarak jauh agar beristirahat secara berkala untuk menjaga kebugaran selama berkendara.

 

Anjuran tersebut berlaku bukan hanya saat mudik, tetapi juga relevan bagi mobilitas harian dengan durasi perjalanan yang cukup panjang.

 

Beberapa menit yang digunakan untuk berhenti sering kali jauh lebih berharga dibandingkan memaksakan diri berkendara dalam kondisi tubuh yang mulai kehilangan konsentrasi.

 

 

Hidrasi dan Posisi Duduk Turut Menentukan Kenyamanan

 

 

Selain beristirahat, kebutuhan cairan tubuh sering luput dari perhatian. Cuaca panas membuat tubuh kehilangan cairan melalui keringat meskipun pengendara tidak melakukan aktivitas fisik berat.

 

Kementerian Kesehatan menganjurkan orang dewasa memenuhi kebutuhan cairan sekitar 2 liter per hari, meskipun jumlah tersebut dapat berbeda sesuai kondisi tubuh dan aktivitas masing-masing.

 

Membawa botol minum isi ulang menjadi kebiasaan sederhana yang membantu memenuhi kebutuhan tersebut selama perjalanan.

Posisi duduk juga memengaruhi tingkat kelelahan. Jok yang terlalu rendah, posisi setang yang kurang nyaman, atau tas yang terlalu berat dapat menambah beban pada punggung dan bahu selama perjalanan.

 

Pengendara yang menggunakan ransel sebaiknya membawa barang seperlunya agar distribusi beban tetap seimbang. Langkah sederhana ini dapat mengurangi rasa pegal ketika menempuh perjalanan setiap hari.

 

 

Perjalanan Nyaman Berawal dari Kebiasaan Kecil

 

 

Mobilitas harian sering dianggap sebagai rutinitas biasa sehingga banyak orang menjalankannya secara otomatis tanpa memperhatikan kondisi tubuh sendiri. Padahal, tubuh memberikan berbagai sinyal ketika membutuhkan jeda.

 

Menguap berulang kali, mata mulai terasa berat, sulit mempertahankan fokus, atau tubuh terasa kaku merupakan tanda yang sebaiknya tidak diabaikan.

 

Berhenti sejenak bukan berarti membuang waktu, melainkan bagian dari upaya menjaga keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

 

Kebiasaan sederhana seperti berangkat sedikit lebih awal juga membantu menciptakan ruang untuk beristirahat apabila diperlukan. Perjalanan tidak lagi dipenuhi rasa terburu-buru sehingga keputusan yang diambil saat berkendara menjadi lebih tenang.

 

Istirahat singkat mungkin hanya berlangsung beberapa menit, tetapi manfaatnya dapat dirasakan sepanjang perjalanan. Tubuh yang segar, pikiran yang fokus, dan kondisi fisik yang lebih siap menjadi bekal penting agar mobilitas harian tetap nyaman sekaligus aman.