Logo

Mengucapkan Terima Kasih Menjadi Kebiasaan Kecil yang Berdampak Besar

Rasa hormat sering hadir melalui kata-kata sederhana yang diucapkan dengan tulus.
Reporter:,Editor:

Senin, 13 July 2026 13:30 UTC

Mengucapkan Terima Kasih Menjadi Kebiasaan Kecil yang Berdampak Besar

Ilustrasi: Terima Kasih Tulus. -Dx Gen-AI

JATIMNET.COM - Lebih dari 70 persen orang menyatakan bahwa ungkapan terima kasih membuat mereka merasa lebih dihargai dan memperkuat hubungan dengan orang lain.

 

Temuan tersebut dipublikasikan dalam riset Greater Good Science Center di University of California, Berkeley, yang selama bertahun-tahun meneliti pengaruh rasa syukur terhadap kehidupan sosial dan kesejahteraan manusia.

 

Hasilnya memperlihatkan bahwa ucapan sederhana dapat menciptakan dampak yang jauh lebih besar daripada yang sering dibayangkan.

 

Kata "terima kasih" menjadi salah satu bentuk penghargaan paling universal. Kalimat ini digunakan ketika menerima bantuan, pelayanan, perhatian, bahkan sekadar kebaikan kecil yang hadir dalam aktivitas sehari-hari.

 

Meski singkat, ungkapan tersebut mampu memperkuat hubungan antarmanusia karena menunjukkan bahwa sebuah tindakan tidak dianggap biasa atau diabaikan.

 

 

Apresiasi Membuat Hubungan Sosial Lebih Positif

 

 

Setiap orang ingin merasa keberadaannya dihargai. Ucapan terima kasih memberi sinyal bahwa usaha seseorang memiliki arti bagi orang lain.

 

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science menemukan bahwa ungkapan terima kasih meningkatkan kemungkinan seseorang kembali memberikan bantuan pada kesempatan berikutnya.

 

Efeknya bukan hanya membangun hubungan antara dua orang, tetapi juga memperkuat budaya saling membantu dalam lingkungan sosial.

 

Hal itu mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Seorang petugas kebersihan yang menerima apresiasi, pengemudi transportasi umum yang disapa dengan ramah, atau pelayan restoran yang mendapat ucapan terima kasih sering memberikan respons yang sama hangatnya.

 

Hubungan sosial berkembang lebih baik ketika interaksi dipenuhi rasa saling menghormati, bukan semata-mata transaksi atau kewajiban.

 

 

Budaya Sopan Santun Masih Menjadi Identitas Masyarakat Indonesia

 

 

Indonesia dikenal sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai kesopanan dalam kehidupan bermasyarakat. Sapaan, senyum, dan ucapan terima kasih telah lama menjadi bagian dari kebiasaan sosial di berbagai daerah.

 

Data Badan Pusat Statistik melalui Indeks Perilaku Antikorupsi 2024 menunjukkan bahwa dimensi perilaku sosial dan integritas masyarakat masih menjadi perhatian dalam membangun budaya yang saling menghargai.

 

Meski indeks tersebut berfokus pada integritas, salah satu pesan yang ditekankan ialah pentingnya membiasakan nilai-nilai positif dalam interaksi sehari-hari.

 

Di kota besar seperti Surabaya, mobilitas yang tinggi sering membuat orang terburu-buru. Situasi itu kadang membuat ungkapan sederhana terlupakan.

 

Padahal, menyampaikan terima kasih hanya membutuhkan beberapa detik, tetapi mampu meninggalkan kesan yang bertahan lebih lama.

 

Kebiasaan tersebut juga menciptakan suasana yang lebih ramah di ruang publik, mulai dari lingkungan permukiman, tempat kerja, pasar tradisional, hingga transportasi umum.

 

 

Rasa Syukur Mendorong Kebiasaan Baik

 

 

Ucapan terima kasih bukan hanya bermanfaat bagi penerimanya. Orang yang terbiasa mengungkapkan rasa syukur juga memperoleh manfaat positif.

 

Meta-analisis yang dipublikasikan dalam Journal of Happiness Studies menunjukkan bahwa praktik rasa syukur secara konsisten berkaitan dengan meningkatnya kepuasan hidup, hubungan sosial yang lebih baik, dan emosi positif.

 

Kajian tersebut menggabungkan hasil dari berbagai penelitian sehingga memberikan gambaran yang lebih kuat mengenai manfaat kebiasaan bersyukur.

 

Mengucapkan terima kasih menjadi salah satu bentuk nyata dari rasa syukur itu sendiri. Kebiasaan tersebut membantu seseorang lebih mudah melihat kebaikan yang diterima setiap hari, meskipun berasal dari hal-hal sederhana.

 

Suasana kerja menjadi lebih nyaman ketika rekan saling mengapresiasi. Lingkungan tempat tinggal terasa lebih akrab ketika warga saling menghormati. Keluarga pun lebih hangat ketika setiap bantuan mendapat penghargaan, sekecil apa pun bentuknya.

 

 

Kebiasaan Sederhana yang Layak Dipertahankan

 

 

Perubahan besar dalam hubungan sosial sering bermula dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten. Mengucapkan terima kasih kepada kasir, petugas keamanan, pengantar paket, tetangga, atau anggota keluarga merupakan bentuk penghormatan yang tidak membutuhkan biaya maupun waktu yang panjang.

 

Anak-anak juga cenderung mempelajari kebiasaan tersebut melalui contoh yang mereka lihat setiap hari. Ketika orang dewasa membiasakan diri menghargai orang lain melalui kata-kata yang sopan, nilai itu akan lebih mudah tumbuh sebagai bagian dari budaya keluarga.

 

Hubungan antarmanusia tidak selalu membutuhkan percakapan panjang untuk menjadi lebih dekat. Kadang, satu kalimat yang disampaikan dengan tulus sudah cukup untuk membuat seseorang merasa dihargai.

 

Mengucapkan terima kasih mungkin terdengar sederhana, tetapi kebiasaan itu membantu membangun lingkungan yang lebih ramah, memperkuat hubungan sosial, dan mengingatkan bahwa setiap kebaikan layak mendapatkan penghargaan.

 

Di tengah kehidupan yang bergerak semakin cepat, kata-kata sederhana tetap memiliki kekuatan untuk mendekatkan manusia satu sama lain.