Senin, 13 July 2026 05:00 UTC

Ilustrasi: Waktu Bersama Keluarga. -Dx Gen-AI
JATIMNET.COM - Sebanyak 65 persen responden di State of the World's Parents 2023 yang diterbitkan Equimundo mengaku kesulitan menyediakan waktu berkualitas bersama keluarga karena tuntutan pekerjaan dan aktivitas harian.
Angka tersebut menggambarkan tantangan yang semakin nyata di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kesibukan membuat banyak keluarga tinggal serumah, tetapi semakin jarang benar-benar berbincang.
Salah satu kebiasaan yang perlahan ikut berubah ialah makan bersama. Aktivitas ini dahulu hampir menjadi rutinitas harian, sedangkan kini sering hanya terjadi pada akhir pekan atau hari libur.
Padahal, beberapa puluh menit di meja makan mampu menghadirkan percakapan yang sulit tergantikan oleh pesan singkat atau panggilan video.
Meja Makan Menjadi Ruang Bertukar Cerita
Makan bersama bukan sekadar memenuhi kebutuhan gizi. Suasana santai saat menikmati hidangan memberi kesempatan bagi setiap anggota keluarga untuk berbagi pengalaman sepanjang hari.
Penelitian yang dipublikasikan American College of Pediatricians merangkum berbagai studi mengenai kebiasaan makan bersama keluarga.
Hasilnya menunjukkan bahwa remaja yang rutin makan bersama keluarga memiliki kecenderungan lebih rendah terhadap perilaku berisiko, sekaligus menunjukkan kemampuan komunikasi yang lebih baik dibanding mereka yang jarang melakukannya.
Bagi orang dewasa, momen ini juga membantu menjaga hubungan antargenerasi. Orang tua dapat memahami aktivitas anak, sementara anak memiliki ruang untuk menyampaikan pendapat tanpa merasa sedang diwawancarai.
Percakapan sederhana mengenai pekerjaan, sekolah, atau rencana akhir pekan sering kali menjadi cara paling alami membangun kedekatan emosional.
Kesibukan Membuat Waktu Berkumpul Semakin Terbatas
Perubahan gaya hidup ikut memengaruhi kebiasaan keluarga Indonesia. Mobilitas yang tinggi membuat jadwal setiap anggota keluarga semakin beragam.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa rata-rata pekerja Indonesia menghabiskan sekitar 40 jam kerja per minggu, bahkan sebagian sektor memiliki jam kerja lebih panjang.
Waktu perjalanan menuju tempat kerja juga menjadi tantangan tersendiri di kota-kota besar. Surabaya menjadi salah satu kota dengan aktivitas ekonomi yang padat.
Banyak keluarga harus menyesuaikan jam berangkat sekolah, jam kerja, hingga kegiatan tambahan pada sore atau malam hari. Kondisi tersebut membuat waktu berkumpul semakin terbatas apabila tidak direncanakan.
Karena itu, makan malam sering menjadi satu-satunya kesempatan seluruh anggota keluarga berada di tempat yang sama.
Kebiasaan Kecil yang Memberi Dampak Besar
Kedekatan keluarga tidak selalu dibangun melalui liburan panjang atau hadiah mahal. Rutinitas sederhana justru lebih mudah dilakukan secara konsisten.
Penelitian dari The Family Dinner Project, sebuah inisiatif yang dikembangkan bersama peneliti dari Harvard Graduate School of Education, menemukan bahwa makan bersama secara rutin berkaitan dengan komunikasi keluarga yang lebih baik, meningkatnya rasa percaya diri anak, serta hubungan yang lebih hangat antaranggota keluarga.
Suasana makan bersama juga mengurangi kecenderungan setiap orang sibuk dengan gawainya masing-masing. Ketika telepon genggam disimpan sejenak, perhatian beralih kepada orang-orang yang duduk di meja yang sama.
Kebiasaan saling mendengarkan tanpa terburu-buru menciptakan rasa dihargai. Perasaan sederhana seperti itu sering menjadi fondasi hubungan keluarga yang kuat.
Menjadikan Makan Bersama Sebagai Rutinitas yang Fleksibel
Tidak semua keluarga memiliki jadwal yang sama. Ada yang lebih memungkinkan berkumpul saat sarapan, sementara keluarga lain baru bisa bertemu ketika makan malam.
Yang lebih penting bukan seberapa mewah hidangannya, melainkan konsistensi menyediakan waktu untuk saling berbicara.
Hidangan rumahan yang sederhana tetap mampu menghadirkan suasana hangat apabila seluruh anggota keluarga benar-benar hadir, baik secara fisik maupun perhatian.
Kesempatan itu juga dapat dimanfaatkan untuk merencanakan aktivitas bersama, membahas kebutuhan keluarga, atau sekadar saling berbagi cerita ringan yang mungkin terlewat selama beraktivitas.
Hubungan yang erat tidak tumbuh dalam satu pertemuan. Kedekatan lahir dari kebiasaan kecil yang diulang berkali-kali. Makan bersama keluarga menjadi salah satu contoh bahwa rutinitas sederhana masih memiliki peran besar dalam menjaga hubungan sosial di tengah kehidupan modern yang terus bergerak cepat.
