Ini Deretan Pekerjaan Rumah Persebaya Jelang Liga 1 2019

David Priyasidharta

Sabtu, 13 April 2019 - 19:59

JATIMNET.COM, Surabaya - Pelatih Persebaya Djajang Nurdjaman mengungkapkan deretan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan menjelang bergulirnya Liga 1 Indonesia 2019.

Salah satunya adalah penyelesaian akhir Amido Balde dan kawan-kawan yang belum konsisten.

Tampil superior sejak awal turnamen, Persebaya Surabaya justru takluk pada laga terakhir kontra Arema FC dengan skor 0-2 pada final kedua Piala Presiden 2019, Jumat 12 April 2019 malam.

Pada leg pertama, Singo Edan, julukan Arema FC berhasil menahan imbang Persebaya di Surabaya dengan skor 2-2.

BACA JUGA: Kecewa Gagal Raih Piala Presiden, Djanur: Arema Layak Juara

"Satu penyesalan buat kami, tidak bisa menampilkan permainan yang terbaik walaupun sebetulnya pertandingan bisa dikatakan cukup berimbang," katanya dalam laman PSSI.org, Sabtu 13 April 2019 .

Djanur, sapaan Djajang Nurdjaman mengatakan timnya di awal laga banyak menciptakan peluang sampai empat barangkali tetapi tidak ada yang menjadi gol.

"Barangkali ketenangan karena ada peluang cukup terbuka kemudian juga ada hal-hal (lain) yang perlu diperbaiki. Kurang percaya sama orang lain dan memaksakan diri itu semua yang perlu diperbaiki," katanya.

Padahal, kata dia, sudah dibuat sedemikian rupa peluang itu dan cukup bagus tetapi penyelesaian akhir itu yang masih gagal. "Sehingga kami mencatat itu semua untuk diperbaiki ke depan," sambungnya

Selain itu, dirinya juga menyoroti kesalahan elementer yang dilakukan dua penjaga gawangnya, Miswar Saputra dan Abdul Rohim. Pria asal Majalengka, Jawa Barat itu tak habis pikir dengan blunder yang dilakukan keduanya.

BACA JUGA: Arema Kembali Rebut Piala Presiden setelah Kalahkan Persebaya

"Kemarin (leg pertama) Miswar bikin kesalahan fatal sekarang (leg kedua) Rohim itu artinya memang butuh (jam terbang) ataukah grogi main di tim besar seperti Persebaya? Mungkin seperti itu. Itu juga saya pikir harus diperbaiki, mental-mental pemain kami ini," tegasnya.

Sejumlah evaluasi itu, kata Djanur, akan menjadi konsentrasi untuk memulai langkah ke depan. "Bukan hanya dua gol, tetapi empat gol Arema yang diciptakan di Surabaya dan Malang," katanya.

Ia mengatakan empat gol itu jelas kesalahan fatal. "Itu artinya kita masih butuh memperbaiki soal konsentrasi dan kesalahan individual dalam sisa waktu yang ada untuk kick off Liga 1 2019," ucap Djanur.

Baca Juga

loading...