Logo
Menelusuri Jejak Lanskap Seni Surabaya

Ingin Kenalkan Karya Amang Rahman, Orasis Art Space Gelar Segue #3 

Reporter:,Editor:

Jumat, 06 February 2026 13:00 UTC

Ingin Kenalkan Karya Amang Rahman, Orasis Art Space Gelar Segue #3 

Beberapa karya Amang Rahman dipamerkan di Orasis Art Space, Jumat, 6 Februari 2026. Foto: Januar

JATIMNET.COM, Surabaya – Orasis Art Space menghadirkan pameran lukisan dan dokumen bertajuk “Segue #3: Amang Rahman – Emanasi”, sebuah upaya membaca ulang jejak artistik Amang Rahman, seniman asal Surabaya yang memiliki kontribusi penting dalam perjalanan seni rupa kota ini. Pameran tersebut menampilkan pilihan karya yang merekam proses kreatif Amang Rahman sekaligus menjadi ruang refleksi atas sejarah kesenian Surabaya.

Melalui pameran ini, Orasis Art Space tidak hanya menampilkan karya seni sebagai objek visual, tetapi juga menghadirkan arsip dan dokumentasi yang memperlihatkan bagaimana praktik seni rupa berkembang dalam konteks ruang, waktu, dan institusi yang menaunginya.

Kurator pameran, Heru Hidayat, menjelaskan bahwa “Emanasi” juga menjadi bagian dari upaya mengingat kembali peran lembaga-lembaga seni yang pernah berkontribusi besar dalam ekosistem kesenian Surabaya, seperti Dewan Kesenian Surabaya (DKS) dan Akademi Kesenian Surabaya (AKS).

“Pameran ini tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga menjadi upaya mengingat kembali peran lembaga seni penting yang ikut membentuk sejarah kesenian Surabaya,” ujar Heru, Jumat, 6 Februari 2026.

BACA: “Fitri” Besutan Jatimnet Production Raih 10 Terfavorit Anugerah Film Pendek Golkar 2025

Menurutnya, perjalanan artistik Amang Rahman tidak bisa dilepaskan dari dinamika seni rupa Surabaya pada masanya. Karya-karyanya tumbuh dalam ekosistem yang melibatkan institusi, komunitas, serta relasi antarseniman yang saling memengaruhi.

Pameran ini menghadirkan sejumlah karya lukis Amang Rahman yang merepresentasikan fase-fase berbeda dalam perjalanan kreatifnya. Beberapa karya bahkan memperlihatkan proses yang belum sepenuhnya rampung, sehingga memberi gambaran lebih dekat tentang metode kerja dan eksplorasi artistik sang seniman.

“Dalam pameran ini ada karya Amang Rahman yang memang belum jadi hingga akhir hidupnya,” terang Heru.

Bagi publik, kehadiran karya-karya tersebut membuka ruang pemahaman bahwa seni bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga proses panjang yang sarat eksperimen dan pencarian bentuk.

 

Melalui pendekatan arsip dan sejarah, pameran “Emanasi” mengajak pengunjung melihat Amang Rahman bukan semata sebagai individu, melainkan sebagai bagian dari perjalanan seni rupa Surabaya yang lebih luas. Upaya ini sekaligus menegaskan pentingnya dokumentasi seni sebagai bagian dari sejarah kebudayaan kota.

Di bagian akhir pameran, Orasis Art Space juga menegaskan bahwa upaya menghadirkan kembali karya dan arsip seniman seperti Amang Rahman merupakan langkah penting untuk menjaga kesinambungan ingatan kolektif seni rupa Surabaya.

Sebagaimana disampaikan penyelenggara, pameran ini diharapkan mampu menghidupkan kembali diskursus tentang sejarah seni rupa lokal serta mendorong generasi seniman muda Surabaya untuk terus berkarya dengan kesadaran historis.