JATIMNET.COM, Surabaya - Impor buah seperti jeruk mandarin, apel dan anggur mulai merosot pada Februari 2019. Hal ini dikarenakan sudah melewati tahun baru Cina atau Imlek.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jawa Timur Satriyo Wibowo mengatakan, penurunan terjadi karena sudah lewat tahun baru Cina atau Imlek. "Ya turun dibanding Januari, karena kan kemarin Januari mau Imlek, dan sekarang sudah lewat. Jadi turun," ujar Satriyo, Jumat 15 Maret 2019.

Penurunan impor buah-buahan terlihat di beberapa jenis, seperti jeruk mandarin turun 74 persen. Dari sebelumnya USD 28,98 juta di Januari, pada Februari lalu hanya mencatatkan USD 7,33 juta. Penurunan yang cukup signifikan ini, disebabkan permintaan berkurang setelah lewatnya Imlek.

BACA JUGA: Jelang Ramadan, Impor Kurma Mulai Meningkat

Selain jeruk, komoditi buah yang juga menurun adalah impor apel. "Apel turun 37,84 persen, dari sebelumnya pada Januari USD 18,78 juta. Bulan berikutnya turun USD 11,67 juta," jelasnya.

Kondisi yang sama terjadi pada anggur. BPS Jawa Timur mencatat, komiditi ini turun 38,88 persen. Impor anggur di Januari mencatatkan USD 4,28 juta, berkurang pada Februari sebesar USD 2,62juta. "Rata-rata impor buah kita paling banyak dari Cina," ungkap Satriyo.

Secara keseluruhan, lanjut Satriyo, impor non migas selama Februari 2019 mencapai USD 1,43 milliar. Nilai ini turun dibanding Januari sebesar 17,98 persen. Sedangkan impor migas, Februari 2019 sebesar USD 320,21 juta. Naik, 5,92 persen dibanding Januari 2019.

BACA JUGA: Indonesia Diprediksi Bisa Jadi Importir Kopi 

"Impor Jawa Timur Februari 2019 mencapai USD 1,75 milliar atau turun 14,45 persen dibanding Januari," kata Satriyo.

Impor non migas, didominasi mesin-mesin mekanik dan mesin pesawat sebesar USD 210 juta. Diikuti plastik dan barang dari plastik dengan USD 110 juta, serta besi dan baja USD 109 juta. "Ketiganya turun dibanding Januari. Mesin turun 4,67 persen, plastik turun 7,8 persen dan besi turun 51 persen," tandasnya.