Jumat, 08 May 2026 12:30 UTC

Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa beserta istri dan Wabup Muhammad Rizal Octavian bersama seluruh pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Mojokerto selepas rapat paripurna Hari Jadi ke-733 Kabupaten Mojokerto di gedung dewan. Foto : Wanto.
JATIMNET.COM, Mojokerto – Hari Jadi ke-733 Kabupaten Mojokerto tak sekadar menjadi peringatan bertambahnya usia daerah. Momentum ini kembali mengingatkan sejarah panjang perjuangan Raden Wijaya hingga lahirnya Mojopahit.
Hal itu disampaikan Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra dalam rapat paripurna khusus DPRD Kabupaten Mojokerto di Gedung Graha Wichesa, Sooko, Rabu, 8 Mei 2026.
Rapat paripurna tersebut digelar sehari sebelum Hari Jadi Kabupaten Mojokerto yang diperingati setiap 9 Mei.
Gus Barra mengatakan, penetapan 9 Mei sebagai Hari Jadi Kabupaten Mojokerto memiliki kaitan dengan perjuangan Raden Wijaya menghadapi pasukan Tartar pada 1293.
Menurutnya, sejarah tersebut tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus menjadi sumber semangat bagi masyarakat untuk terus membangun daerah.
“Sebagai masyarakat Kabupaten Mojokerto kita wajib bersyukur dengan menjadikan momentum peringatan hari jadi ini sebagai sumber inspirasi dan tonggak motivasi untuk mengisi kehidupan daerah dengan karya dan prestasi nyata,” ujar Gus Barra.
Ia menjelaskan, penetapan 9 Mei 1293 sebagai Hari Jadi Kabupaten Mojokerto telah melalui pembahasan sejarah yang panjang. Salah satu peristiwa yang menjadi pertimbangan adalah strategi Raden Wijaya setelah mendapat izin Panglima Perang Tartar untuk kembali dari Kediri menuju Mojopahit.
Kesempatan tersebut dimanfaatkan Raden Wijaya untuk menyusun kekuatan hingga akhirnya mampu mengalahkan pasukan Tartar secara bertahap.
“Pada saat itulah merupakan tonggak sejarah awal kemenangan diplomatik militer di pihak Raden Wijaya, karena mulai saat itu secara bertahap telah berhasil mengalahkan pasukan Tartar,” jelasnya.
Peristiwa tersebut kemudian ditetapkan bertepatan dengan 9 Mei 1293 dalam kalender Masehi dan menjadi salah satu dasar penetapan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto.
Secara administratif, penetapan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto dituangkan melalui Keputusan DPRD Kabupaten Mojokerto Nomor 9 Tahun 1993 tertanggal 8 Mei 1993. Keputusan tersebut kemudian diperkuat dengan Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Mojokerto Nomor 230 Tahun 1993 pada tanggal yang sama.
Gus Barra mengatakan perjalanan 733 tahun merupakan rentang sejarah yang panjang. Karena itu, peringatan hari jadi harus menjadi momentum memperkuat persatuan sekaligus mendorong pembangunan daerah.
“Perjalanan 733 tahun adalah perjalanan yang cukup panjang bagi sejarah pembangunan daerah. Sesuai tema, kami berharap kepada seluruh elemen masyarakat Kabupaten Mojokerto bekerja keras bersama untuk bersatu padu, bahu membahu membangun Kabupaten Mojokerto menuju ke arah yang lebih baik,” pungkasnya. (adv/inforial)
