Harga Gabah Petani Jember Masih di Bawah HPP

Rochman Arief

Senin, 1 April 2019 - 15:19

JATIMNET.COM, Jember – Harga gabah petani di Jember masih di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) saat musim panen raya yang berkisar antara Rp 3.000 hingga Rp 3.300 per kilogram untuk gabah kering panen (GKP). Padahal saat ini HPP GKP sudah mencapai Rp 3.700 per kilogram.

“Harga gabah jenis padi Legawa dihargai Rp 3.000 hingga Rp 3.300 per kilogram dan saat ini cuaca cukup mendukung untuk panen, serta kualitas padi juga baik,” kata Ketua Forum Komunikasi Petani Jember Jumantoro, Senin 1 April 2019.

Harga gabah jenis Legawa di bawah HPP tersebut hampir merata di beberapa kecamatan di antaranya Kecamatan Arjasa, Jelbuk, Sukorambi, Gumukmas, Pakusari, Sumbersari, Ledokombo, Kalisat, dan Rambipuji.

Kendati demikian, harga pekan ini lebih baik dibandingkan pekan lalu sebesar Rp 2.500 hingga Rp 3.000 per kilogram. Sehingga petani berharap harga gabah bisa terus meningkat minimal sesuai HPP berdasarkan Inpres Nomor 5 tahun 2015.

BACA JUGA: IRRI Diharapkan Naikkan Produksi Beras Nasional

Dalam inpres tersebut mengatur harga GKP di tingkat petani sebesar Rp 3.700 per kilogram, harga GKP di penggilingan sebesar Rp 3.750 per kg dan harga gabah kering giling (GKG) di tingkat penggilingan di Rp 4.600 per kg.

“Sebenarnya HPP itu sudah tidak relevan, karena diterbitkan pada tahun 2015, sedangkan biaya produksi petani setiap tahun selalu naik,” terang petani asal Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember.

Jumantoro mengatakan pihaknya akan tetap mengawal pembelian gabah petani, agar harga gabah di lapangan tidak terlalu rendah, karena petani hanya berharap gabah mereka dibeli dengan harga wajar dan tidak perlu tinggi.

"Selama Bulog yang membeli baik lewat satgas maupun lewat mitra, kemungkinan harga akan aman karena minimal dibeli sesuai HPP. Namun, kalau dilepas ke pasar bebas, tanpa campur tangan Bulog, maka harga gabah petani akan berantakan," kata Jumantoro yang juga Ketua HKTI Jember itu.

BACA JUGA: Beras Organik Banyuwangi Ditarget Tembus AS dan Jerman

Ia berharap pemerintah mengembalikan peran dan fungsi Bulog sebagai lembaga penyangga pangan nasional, sehingga pangan tidak dikuasai oleh pihak swasta dan pemerintah tidak melakukan impor pangan yang berlebihan karena bisa merugikan petani.

Sementara staf Dinas Ketahanan Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Jember Misnari membenarkan rendahnya harga gabah jenis Legawa dibawah HPP. Namun untuk gabah jenis lain seperti Ciherang masih di atas HPP, sebesar Rp3.800 per kilogram untuk GKP.

"Memang banyak petani di Jember yang menanam padi jenis Legawa karena tahan hama penyakit. Namun beras ini kurang disukai karena tidak punel dan saat ini hasil panennya melimpah, sehingga menyebabkan harga gabah turun di lapangan," katanya.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Jember tercatat luas lahan pertanian padi yang sudah panen pada Maret 2019 mencapai 19.084 ha dan pada April 3.950 hektare, dengan asumsi produksi panen sekitar 5-6 kilogram per hektare. (ant)

Baca Juga

loading...