Logo

Gol Menit Akhir Buyarkan Kemenangan Persebaya atas Garudayaksa

Bajul Ijo Dipaksa Imbang di Kandang
Reporter:,Editor:

Sabtu, 19 September 2026 11:02 UTC

Gol Menit Akhir Buyarkan Kemenangan Persebaya atas Garudayaksa

Gol Alex Martins tidak bisa membawa Persebaya meraih 3 poin di kandang, Sabtu, 19 September 2026. Foto: Januar

JATIMNET.COM, Surabaya – Persebaya Surabaya harus merelakan kemenangan di depan mata setelah Garudayaksa FC mencetak gol penyeimbang pada menit ke-89. Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu sore, 19 September 2026, Bajul Ijo ditahan imbang 1-1 dalam laga pekan ketiga Super League 2026/2027.

Persebaya sempat memimpin 1-0 melalui gol Alex Martins pada menit ke-85. Namun, Garudayaksa FC membalas empat menit berselang lewat Al Hamra Hehanusa sekaligus memastikan kedua tim berbagi poin.

Hasil ini membuat Persebaya gagal mengamankan poin penuh di kandang, meski mampu menciptakan sejumlah peluang sepanjang pertandingan.

Sejak babak pertama, Persebaya tampil agresif dan beberapa kali mengancam gawang Garudayaksa. Namun, upaya tuan rumah belum membuahkan gol hingga kedua tim memasuki ruang ganti dengan skor 0-0.

Kebuntuan baru terpecahkan pada menit ke-85. Alex Martins membawa Persebaya unggul setelah menyambut bola dengan sundulan yang gagal diantisipasi penjaga gawang Garudayaksa FC, Dominik Holec.

Keunggulan tersebut ternyata tidak bertahan lama. Garudayaksa FC memanfaatkan situasi bola mati melalui skema sepak pojok pendek. Al Hamra Hehanusa kemudian menuntaskan peluang tersebut untuk mengubah skor menjadi 1-1 pada menit ke-89.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menilai timnya sebenarnya memiliki kesempatan untuk memenangkan pertandingan. Namun, kesalahan dalam mengantisipasi situasi bola mati membuat Persebaya kehilangan keunggulan pada menit-menit akhir.

"Sayangnya, kami mencetak satu gol yang kemudian dianulir oleh VAR. Kami mencetak gol lain, tetapi kami tidak seharusnya kebobolan gol tersebut," kata Bernardo seusai pertandingan.

Bernardo menyoroti koordinasi lini pertahanan Persebaya saat menghadapi sepak pojok pendek Garudayaksa. Menurut dia, barisan belakang timnya tidak bergerak naik secara sejajar. Selain itu, pemain lawan yang menguasai bola tidak mendapat tekanan agresif sehingga leluasa mengirimkan umpan ke tiang jauh.

"Kami membiarkan mereka memberi umpan ke tiang jauh dan mencetak gol. Itu adalah satu-satunya peluang yang mereka miliki di babak kedua," ujarnya.

Ia juga menyebut Persebaya unggul dalam jumlah tembakan dan tendangan sudut. Namun, dominasi tersebut tidak cukup untuk menghasilkan gol tambahan yang bisa mengunci kemenangan tuan rumah.

Bernardo mengaku kecewa karena Persebaya gagal meraih tiga poin. Meski demikian, ia meminta timnya segera mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya, terutama untuk memburu kemenangan saat menjalani laga tandang.

"Saya sangat frustrasi karena kami tidak bisa meraih tiga poin sesuai keinginan. Tapi inilah sepak bola. Sekarang kami harus berjuang di laga tandang untuk mengambil tiga poin," katanya.

Sementara itu, pemain Persebaya Toni Firmansyah menyampaikan permintaan maaf kepada Bonek dan Bonita atas hasil imbang tersebut. Ia mengakui hasil pertandingan di kandang itu bukan yang diharapkan tim maupun suporter.

"Pertama-tama, mungkin saya mau minta maaf kepada Bonek dan Bonita. Tentunya hasil yang tidak kita inginkan sore ini. Tetapi kita akan kerja keras dan memperbaiki diri di pertandingan selanjutnya," kata Toni.