Logo

Andik Vermansyah Akui Sulit Tidur Jelang Lawan Persebaya, Tertekan Atmosfer GBT

Reporter:,Editor:

Sabtu, 19 September 2026 11:18 UTC

Andik Vermansyah Akui Sulit Tidur Jelang Lawan Persebaya, Tertekan Atmosfer GBT

Andik Vermansyah saat diwawancarai usai pertandingan, Sabtu, 19 September 2026. Foto: Januar

JATIMNET.COM, Surabaya – Kembali ke Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya untuk menghadapi mantan klubnya, Persebaya, menjadi ujian tersendiri bagi Andik Vermansyah. Pemain Garudayaksa FC itu mengaku merasakan tekanan besar, bahkan kesulitan tidur menjelang pertandingan pekan ketiga Super League 2026/2027, Sabtu sore, 19 September 2026.

Bagi Andik, pertandingan tersebut bukan sekadar duel antarklub. Ia harus menghadapi Persebaya, tim yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya, sekaligus bermain di hadapan ribuan Bonek yang dahulu mendukungnya sebagai pemain Bajul Ijo.

"Jujur, semalam saya susah tidur. Ini salah satu tantangan sangat berat buat saya," kata Andik seusai pertandingan.

Mantan pemain tim nasional Indonesia itu mengakui, menghadapi Persebaya di GBT menghadirkan tantangan berbeda. Terlebih, ia sempat berkiprah di Liga 2 selama tiga tahun sebelum kembali merasakan atmosfer pertandingan melawan Bajul Ijo.

BACA: Gol Menit Akhir Buyarkan Kemenangan Persebaya atas Garudayaksa 

"Apalagi saya sudah sempat terjun ke Liga 2 tiga tahun. Terakhir mungkin membela Madura di sini, main lawan Persebaya. Itu sangat besar sekali tantangan buat saya," ujar pemain 34 tahun ini.

Tekanan juga datang dari respons suporter tuan rumah setiap kali Andik menguasai bola. Namun, ia memahami reaksi tersebut sebagai bagian dari atmosfer kompetitif dalam sepak bola, terutama ketika seorang pemain menghadapi mantan klubnya.

"Ya, itu hal yang sangat lumrah, biasa terjadi di mana-mana," ujarnya.

Untuk menjaga konsentrasi, Andik memilih mengalihkan perhatian dari tekanan suporter dan berfokus pada pertandingan. Situasi di GBT juga membangkitkan ingatannya saat masih menjadi bagian dari Persebaya dan merasakan langsung dukungan Bonek.

"Bagaimana caranya saya menghadapi, saya alihkan itu suporter saya. Saya teringat dulu seperti itulah," kata Andik.

Meski mengaku menghadapi tekanan besar, Andik mampu menyelesaikan pertandingan bersama Garudayaksa FC dan membantu timnya membawa pulang satu poin dari GBT. Ia pun bersyukur bisa mengendalikan situasi di tengah atmosfer yang tidak mudah.

"Alhamdulillah saya bisa mengontrol semuanya dan alhamdulillah dapat poin di sini," ucapnya.

Pengalaman emosional tersebut juga bertepatan dengan kepercayaan besar yang diberikan Garudayaksa FC kepada Andik. Dalam laga kontra Persebaya itu, ia tampil sebagai starter untuk pertama kalinya musim ini sekaligus dipercaya mengenakan ban kapten.

Kepercayaan tersebut menjadi bagian lain dari cerita Andik di GBT, yang tidak hanya menghadapi tekanan sebagai mantan pemain Persebaya, tetapi juga mengemban tanggung jawab penting bersama Garudayaksa FC.