Logo

Film Komedi Woko Channel Kediri 'Piye To Kih?' Gelar Meet and Greet di UDINUS

Tayang perdana serentak mulai 19 November 2026
Reporter:,Editor:

Kamis, 05 November 2026 08:07 UTC

Film Komedi Woko Channel Kediri 'Piye To Kih?' Gelar Meet and Greet di UDINUS

Para pemeran film "Piye to kih?" saat hadir dalam acara meet and greet di UDINUS Kediri, Kamis, 5 November 2026. Foto: Queen/Jatimnet

JATIMNET.COM, Kediri – Kreator komedi asal Kediri, Woko Channel, segera merambah layar lebar nasional melalui film berjudul Piye To Kih?. Film yang memadukan unsur horor, komedi, dan romansa tersebut dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 19 November 2026.

Menjelang penayangan perdana, para pemain film menyapa sekitar 200 pengunjung dalam acara meet and greet di Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) Kediri, Kamis, 5 November 2026.

Kegiatan yang diinisiasi rumah produksi MIRACLE Pictures tersebut melibatkan mahasiswa, pelajar sekolah menengah, dan masyarakat umum. Selain bertemu langsung dengan para pemeran, pengunjung juga berkesempatan berfoto bersama serta mendengarkan cerita mengenai proses pembuatan film.

Koordinator UDINUS Kediri, Filmada Ocky Saputra, M.Eng., menyambut positif kegiatan tersebut. Dia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri perfilman dapat memberikan pengalaman serta wawasan baru bagi mahasiswa, terutama mereka yang menekuni bidang kreatif.

Menurut Filmada, perfilman memiliki keterkaitan erat dengan Desain Komunikasi Visual (DKV), salah satu program studi di UDINUS Kediri. Proses produksi film melibatkan berbagai tahapan kreatif yang relevan dengan ilmu yang dipelajari mahasiswa.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa, khususnya dari Program Studi DKV, dapat memperoleh wawasan baru mengenai industri perfilman. Sebuah karya film tidak hanya berbicara tentang cerita, tetapi juga melibatkan proses kreatif, mulai dari pengembangan ide, visualisasi, penyampaian pesan, hingga produksi," ujar Filmada.

Dia berharap mahasiswa dapat melihat secara langsung peluang penerapan ilmu perkuliahan dalam industri kreatif. Filmada juga mendorong agar kegiatan serupa membuka kesempatan kolaborasi yang lebih luas antara UDINUS Kediri dan para pelaku industri perfilman.

Selain memperkenalkan dunia produksi film, kegiatan tersebut diharapkan mampu memotivasi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas dan potensi mereka.

 

Kisah Mukidi dan Perempuan dari Alam Berbeda

Film Piye To Kih? disutradarai Ito Mavin yang sekaligus menyusun skenario bersama Endik Koeswoyo. Ceritanya berpusat pada Mukidi, seorang pria yang berusaha membuktikan bahwa dirinya layak untuk menikah.

Namun, perjalanan Mukidi berubah menjadi kisah tak terduga ketika dia bertemu Sukma, perempuan misterius yang berasal dari alam berbeda. Hubungan keduanya menghadapi persoalan rumit karena perbedaan alam sekaligus keyakinan.

Perpaduan situasi absurd dan persoalan kehidupan tersebut menghadirkan humor yang menjadi ciri khas film ini. Judul Piye To Kih? juga merepresentasikan pertanyaan menggelitik yang muncul dari berbagai kejadian dalam perjalanan Mukidi.

Sejumlah pemeran turut terlibat dalam film tersebut. Heri Chandra memerankan Mukidi, Dara Sarasvati sebagai Sukma, Rizka Oktavia sebagai Mintul, Eko Dunung sebagai Penyok, Gabriella Desta sebagai Bunga, dan Lorenzo Gibbs sebagai Jotay.

 

Langkah Woko Channel dari YouTube ke Bioskop

Woko Channel selama ini dikenal sebagai kanal YouTube komedi asal Kota Kediri, Jawa Timur. Kreator lokal tersebut memiliki ciri khas melalui film-film pendek berbahasa Jawa dengan humor yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Melalui Piye To Kih?, Woko Channel mencoba membawa karakter komedinya ke tingkat yang lebih luas dengan menghadirkan film layar lebar untuk penonton bioskop nasional.

Heri Chandra mengaku sempat ragu ketika pertama kali mendapat tawaran bermain dalam film tersebut. Minimnya pengalaman di dunia perfilman membuatnya membutuhkan waktu untuk mempertimbangkan tawaran itu.

Dia bahkan mendapat waktu satu bulan untuk mengambil keputusan. Namun, belum genap sepekan setelah tawaran datang, pihak produksi sudah mengirimkan naskah film kepadanya.

"Saya baca, ceritanya apik, humor, menarik. Akhirnya saya terima, biar punya pengalaman," ujar Heri.

Setelah membaca keseluruhan cerita, Heri melihat film tersebut tidak hanya mengandalkan unsur komedi. Menurut dia, Piye To Kih? juga menyampaikan sejumlah pesan kehidupan, seperti ketulusan, kesetiaan dalam pertemanan, dan keikhlasan menerima sesuatu yang bukan menjadi takdir.

"Salah satu pesan pentingnya adalah menjadi diri sendiri lebih baik daripada menjadi orang lain," katanya.

Sementara itu, Dara Sarasvati mengungkapkan bahwa kekuatan cerita menjadi alasan utama dirinya menerima tawaran bermain dalam film tersebut. Meskipun menggabungkan unsur horor, komedi, dan romansa, dia menilai film ini memiliki pesan yang lebih mendalam.

"Maknanya lebih dalam, yaitu tentang memantaskan diri dan keikhlasan. Dari situ saya memutuskan untuk ikut," jelas Dara.

Dia juga menganggap karakter Sukma sebagai tantangan baru dalam perjalanan karier aktingnya. Melalui peran tersebut, Dara mendapat kesempatan untuk mengeksplorasi kemampuan akting dalam karakter dan cerita yang berbeda.

Film Piye To Kih? dijadwalkan mulai menghiasi bioskop Indonesia pada 19 November 2026. Kehadirannya sekaligus menjadi langkah Woko Channel memperluas jangkauan karya komedi lokal Kediri ke industri perfilman nasional.