Logo

Fenomena Perangkat Hemat Daya di Kalangan Anak Muda

Teknologi yang baik bukan hanya membuat hidup lebih mudah, tetapi juga membantu menggunakan energi secara lebih bijaksana.
Reporter:,Editor:

Jumat, 03 July 2026 08:00 UTC

Fenomena Perangkat Hemat Daya di Kalangan Anak Muda

Ilustrasi: Memilih Perangkat Hemat. -Dx Gen-AI

JATIMNET.COM - Perangkat hemat daya semakin mudah ditemukan di berbagai toko elektronik maupun platform belanja daring. Jika dahulu efisiensi energi lebih sering menjadi perhatian perusahaan atau industri, kini anak muda mulai mempertimbangkannya saat membeli lampu, kipas angin, pendingin ruangan, hingga peralatan elektronik untuk kamar kos.

 

Perubahan ini tidak hanya dipengaruhi oleh meningkatnya kesadaran terhadap lingkungan, tetapi juga oleh pertimbangan ekonomi.

 

Mahasiswa dan pekerja muda semakin menyadari bahwa memilih perangkat yang lebih efisien dapat membantu menekan pengeluaran listrik dalam jangka panjang, terutama bagi penghuni kos yang menggunakan sistem token atau pembayaran listrik mandiri.

 

Fenomena tersebut sejalan dengan perkembangan konsumsi listrik nasional. Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan konsumsi listrik per kapita Indonesia mencapai sekitar 1.337 kilowatt-jam (kWh) pada 2024, meningkat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

 

Bertambahnya penggunaan perangkat elektronik membuat efisiensi energi menjadi semakin penting dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

Label Efisiensi Energi Semakin Diperhatikan

 

Salah satu perubahan menarik adalah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap label efisiensi energi sebelum membeli perangkat elektronik.

 

Melalui program Standar Kinerja Energi Minimum (SKEM) dan Label Tanda Hemat Energi, pemerintah mendorong produsen menyediakan informasi mengenai tingkat efisiensi berbagai peralatan listrik.

 

Dengan adanya label tersebut, konsumen memiliki gambaran mengenai konsumsi energi suatu produk sebelum memutuskan untuk membeli.

 

Bagi generasi muda, informasi ini semakin relevan karena harga pembelian bukan lagi satu-satunya pertimbangan. Banyak yang mulai menghitung biaya penggunaan perangkat selama bertahun-tahun, bukan sekadar harga awal di etalase.

 

Cara berpikir seperti ini menunjukkan perubahan perilaku konsumsi yang lebih rasional dibandingkan hanya mengejar harga murah.

 

 

Lampu LED Menjadi Contoh Paling Nyata

 

Lampu LED merupakan salah satu contoh perangkat hemat daya yang kini hampir menjadi standar baru di rumah maupun kamar kos.

 

Menurut International Energy Agency (IEA), lampu LED menggunakan sekitar 75 persen lebih sedikit energidibandingkan lampu pijar konvensional dan memiliki usia pakai hingga 25 kali lebih lama. Efisiensi tersebut membuat biaya penggunaan sepanjang umur produk menjadi jauh lebih rendah.

 

Hal serupa juga terjadi pada pendingin ruangan berteknologi inverter. Meskipun harga awal biasanya lebih tinggi dibandingkan model konvensional, konsumsi listrik yang lebih efisien membuat biaya operasional dapat ditekan dalam penggunaan jangka panjang.

 

Bagi penghuni kos yang menggunakan AC hampir setiap hari, perbedaan konsumsi listrik tersebut dapat terasa pada pengeluaran bulanan.

 

 

Anak Muda Mulai Memikirkan Biaya Kepemilikan

 

Perubahan perilaku konsumen juga terlihat dari semakin banyaknya anak muda yang membandingkan spesifikasi produk sebelum membeli.

 

Mereka tidak hanya melihat desain atau fitur tambahan, tetapi juga memperhatikan daya listrik, garansi, hingga umur pemakaian perangkat. Informasi tersebut kini mudah diperoleh melalui situs resmi produsen maupun berbagai kanal edukasi teknologi.

 

Pendekatan ini dikenal sebagai mempertimbangkan biaya kepemilikan (total cost of ownership), yaitu menghitung seluruh biaya penggunaan perangkat selama masa pakainya.

 

Dalam banyak kasus, produk yang sedikit lebih mahal justru memberikan penghematan lebih besar karena konsumsi listriknya lebih rendah dan masa pakainya lebih panjang.

 

Kebiasaan ini menunjukkan bahwa keputusan belanja semakin dipengaruhi oleh pertimbangan jangka panjang, bukan sekadar harga awal.

 

 

Efisiensi Energi Menjadi Bagian dari Gaya Hidup

 

Meningkatnya minat terhadap perangkat hemat daya mencerminkan perubahan cara pandang generasi muda terhadap teknologi.

Perangkat elektronik tidak lagi dinilai hanya dari kecanggihan atau tampilannya, tetapi juga dari dampaknya terhadap pengeluaran dan penggunaan energi.

 

Hal ini sejalan dengan upaya global meningkatkan efisiensi energi sebagai salah satu strategi menghadapi pertumbuhan kebutuhan listrik.

 

Laporan International Energy Agency memperkirakan peningkatan efisiensi energi memberikan kontribusi terbesar dalam mengurangi pertumbuhan permintaan energi dunia dibandingkan berbagai langkah penghematan lainnya.

 

Karena itu, keputusan sederhana ketika memilih lampu, kipas angin, atau pendingin ruangan ternyata memiliki arti yang lebih luas daripada sekadar membeli barang baru.

 

Di kota besar seperti Surabaya yang aktivitas pendidikan, bisnis, dan huniannya terus berkembang, penggunaan perangkat hemat daya menjadi bagian dari gaya hidup modern yang semakin relevan.

 

Bukan hanya membantu mengurangi tagihan listrik, tetapi juga mencerminkan kebiasaan memilih teknologi secara lebih cermat, efisien, dan bertanggung jawab.