Emas dan Perhiasan Masih Lesu, Ekspor Jatim Terganggu

Khoirotul Lathifiyah

Rabu, 15 Mei 2019 - 17:17

JATIMNET.COM, Surabaya – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mengungkapkan ekspor Jatim pada April 2019 turun hingga 13 persen atau 1,57 miliar dolar Amerika Serikat dibanding bulan Maret 2019 yang mencapai 1,8 miliar dolar AS.

Merosotnya komoditas non migas menjadi pemicu turunnya ekspor Jatim pada bulan April kemarin. Beberapa komoditas yang merosot adalah perhiasan permata sebesar 136,16 juta dolar AS atau turun 56,82 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya ( month to month / mtm).

“Penurunan harga emas perhiasan hampir 50 persen. Pada Maret lalu harganya masih sebesar 1.770 dolar AS, sedangkan pada April sudah menjadi 808 dolar AS,” kata Kepala BPS Jatim Teguh Pramono usai jumpa pers di kantornya, Rabu 15 Mei 2019.

Begitu juga dengan kayu dan barang dari kayu sebesar 102,7 juta dolar AS atau turun 8,76 persen, dan terakhir adalah tembaga sebesar 99,42 juta dolar AS per troy once atau turun 15,34 persen.

BACA JUGA: Harga Perhiasan Jatuh, Pengaruhi Nilai Ekspor Maret

“Sebetulnya kalau dilihat dari waktunya, dalam tiga tahun ini ekspor di bulan April selalu rendah dibanding bulan Maret,” kata Teguh.

Teguh menambahkan ekspor non migas pada bulan April 2019 mencapai 1,48 miliar dolar AS atau turun 14,72 persen. Sedangkan untuk ekspor migas sebetulnya naik 26,71 persen atau setara dengan 95,13 juta dolar AS.

“Sementara ekspor migas pada Maret lalu menyentuh 75,08 juta dollar AS,” sambung dia.

Ia menilai penurunan ekspor setiap April dalam kurun waktu tiga tahun berturut-turut ini disebabkan dua faktor. Pertama adalah jenis barang yang diproduksi permintaannya di pasar dunia sedang rendah. Kedua disebabkan penurunan produksi pada bulan Maret ke April.

BACA JUGA: Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I/2019 Capai 5,07 Persen

“Jadi itu yang kemungkinan terjadi,” lanjut Teguh. Untuk sementara waktu pihaknya belum bisa menjelaskan secara detail faktor yang mempengaruhi penurunan ekspor Jatim.

Dalam keterangan rilis tersebut, meski ekspor Jatim pada periode April 2019 turun, Teguh mengungkapkan terjadi peningkatan permintaan lokomotif dan peralatan kereta api sebesar 8,67 juta dolar AS. “Ini yang memproduksi PT INKA, baik di Banyuwangi maupun di Madiun,” Teguh menutupnya.

Secara kumulatif ekspor Jatim periode Januari-April mencapai 6,59 miliar dolar AS atau turun 1,79 persen jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, yang mencapai 6,71 miliar dolar AS.

Baca Juga

loading...