DKPP Probolinggo Sebut Anjloknya Harga Tomat Karena ‘Over Produksi’

Zulkiflie

Reporter

Zulkiflie

Kamis, 1 Agustus 2019 - 18:46

JATIMNET.COM, Probolinggo – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Kabupaten Probolinggo melalui Kabid Tanaman Pangan Hortikultura, Yuli Setyaningsih menyebut, murahnya harga jual tomat saat ini dipicu oleh melimpahnya hasil panen di tingkat petani, sementara permintaan pasar sedikit.

Banyaknya petani yang memilih bercocok tanam tomat, dimana waktu panennya lantas terjadi bersamaan. Hal itu yang menjadi faktor, murahnya harga jual tomat saat ini.

“Karena panennya bersamaan, otomatis suplai tomat ke pasaran ‘ Over Produksi’. Imbasnya tentu membuat harga tomat anjlok di pasaran, lalu berdampak pula di tingkat petani,” terang Yuli Kepada Jatimnet, Kamis 1 Agustus 2019.

BACA JUGA: Harga Tomat di Probolinggo Anjlok hingga Rp 1.000 Per Kilogram

Sekedar informasi, harga jual tomat di tingkat petani saat ini hanya dihargai sebesar Rp 1.000 perkilogram. Pun demikian, dengan harga jual tomat di pasaran dimana hanya laku terjual Rp 2.000 perkilogram. Sementara untuk harga normal semestinya, sebesar Rp 8 – 10 ribu perkilogram.

Dampak merosotnya harga tersebut, membuat para petani mengeluh merugi, lantaran biaya tanam dan perawatan tomat, tak sebanding dengan hasil panen yang akan diperoleh. Dengan kondisi itu, tak sedikit petani di Kabupaten Probolinggo yang membiarkan tomatnya di sawah membusuk, lantaran tak dipanen.

Agar hal itu tak dialami kembali, Yuli menyarankan, agar petani di Kabupaten Probolinggo bercocok tanam sesuai musimnya. Selain agar tak terjadi “ Over Produksi”, juga bertujuan mencegah tanaman mudah terserang hama penyakit.

BACA JUGA: Jokowi Beli Kedondong dan Tomat di Pasar Tradisional Probolinggo

“Kebanyakan petani saat ini ikut-ikutan saat bercocok tanam, dan itu tidak baik. Meski kami dari Dispertan telah melakukan pendampingan, tapi jika petaninya tak bisa diarahkan ya hasilnya kurang baik jadinya, seperti tanaman tomat ini,” pungkasnya.

Kedepan Yuli berharap, petani di Kabupaten Probolinggo bisa mengatur masa tanamnya. Dimana lebih cenderug menciptakan kawasan untuk tanaman tertentu, dan tidak membuatnya menjadi sentral.

“Ada baiknya ketika salah seorang petani menanam tanaman jenis A, petani lainnya tidak ikut-ikutan menanam tanaman yang sama. Bisa memilih tanaman jenis lain, yang sekira hasilnya juga menguntungkan,” tandasnya.

Baca Juga

loading...