Di Surabaya, Jokowi-Maruf Unggul 77 Persen di 18 Kecamatan

Khoirotul Lathifiyah
Khoirotul Lathifiyah

Sabtu, 4 Mei 2019 - 19:49

JATIMNET.COM, Surabaya – Perolehan suara pasangan calon presiden-wakil presiden Joko Widodo-Maruf Amin unggul 77 persen di 18 kecamatan di Kota Surabaya.

“Sejauh ini Jokowi-Maruf unggul dibanding Prabowo-Sandi,” kata saksi perhitungan asal Partai Kebangkitan Bangsa Isa Ansori di sela proses Rekapitulasi Suara Komisi Pemihan Umum Surabaya, Sabtu 4 Mei 2019.

Menurut dia, proses penghitungan suara berjalan lancar, meski target penyelesaian rekapitulasi molor dari jadwal. Semula, KPU merencanakan penghitungan suara dari 31 kecamatan di Surabaya tuntas pada Sabtu ini.

BACA JUGA: Kelelahan, KPU Surabaya Tunda Rekapitulasi Suara hingga Enam Jam

Salah satu kendala, menurut dia, banyak petugas di tingkat Panitia Penyelenggara Kecamatan (PPK) kelelahan. Sehingga KPU menunda agenda perekapan agar petugas PPK lebih siap.

“Menurut saya agar efektif rekapitulasi ini di-skip dulu memberi kesempatan teman-teman PPK untuk menyelesaikan semuanya agar tidak bolak-balik untuk memperbaiki," kata dia.

Kendala lain, ia melanjutkan, ialah ihwal kesamaan data perekapan Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), dan Daftar Pemilih Khusus (DBK). Penyebabnya, kesalahan entry data di tingkat kecamatan.

“Jadi sepertinya ada faktor kelelahan di PPK, sehingga penyajian data DPT atau apa pun banyak kesalahan angka entry. Yang mana kadang DPT tidak sinkron dengan jumlah pemilih yang ada. mungkin kesalahannya karena kecapekan. Tapi semua itu tidak memengaruhi suara,” kata Isa.

BACA JUGA: Tiga Belas Petugas Pemilu 2019 di Surabaya Meninggal

Kepala Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kota Surabaya Usman membenarkan adanya selisih data penghitungan karena kesalahan proses input data. Perkaranya, petugas kelelahan.

“Petugas yang lelah dan jenuh akan berpengaruh pada konsentrasi penulisan. Jadi seseorang ada limitasi pada kepekaan terhadap menulis, dalam hal ini petugas perlu ada konsentrasi khusus," katanya.

Sementara itu, Komisioner KPU Kota Surabaya Divisi Teknis Penyelenggaraan Miftakhul Ghufron enggan mengomentari hasil sementara perhitungan suara. Ia memilih menanti hasil penghitungan suara 31 kecamatan se-Surabaya tuntas.

Baca Juga

loading...