Logo

Cara Pakai AC Lebih Hemat Saat Cuaca Panas

Udara sejuk terasa lebih nyaman ketika tagihan listrik tetap terkendali.
Reporter:,Editor:

Minggu, 06 September 2026 05:00 UTC

Cara Pakai AC Lebih Hemat Saat Cuaca Panas

Ilustrasi: Adem Tanpa Boros. -Dx Gen-AI

JATIMNET.COM - Penggunaan AC meningkat daya tariknya ketika cuaca panas membuat rumah terasa gerah sejak siang. Namun, mengejar suhu serendah mungkin justru bukan cara paling efisien untuk mendapatkan kenyamanan.
Kondisi ini semakin relevan pada September 2026. BMKG menyebut Jawa Timur sedang berada pada puncak musim kemarau periode Agustus–September, dengan cuaca yang cenderung lebih panas dan kering.
Secara nasional, BMKG sebelumnya memprediksi 369 Zona Musim atau setara 48,84 persen luas daratan Indonesia mencapai puncak kemarau pada Agustus. Sebanyak 169 ZOM atau 25,41 persen luas daratan memasuki puncaknya pada September.
Situasi tersebut membuat cara pakai AC lebih hemat layak menjadi kebiasaan rumah tangga. Kuncinya bukan mematikan pendingin sepenuhnya, tetapi menggunakannya sesuai kebutuhan tubuh dan kondisi ruangan.
Suhu AC Terlalu Rendah Belum Tentu Lebih Nyaman
Ada kebiasaan yang cukup umum saat baru memasuki ruangan panas. Remote langsung diarahkan ke angka 16 atau 18 derajat Celsius dengan harapan kamar menjadi dingin lebih cepat.
Padahal, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pernah menjelaskan pengaturan AC sekitar 24–25 derajat Celsius lebih ideal untuk efisiensi. Suhu tersebut membantu menjaga kenyamanan tanpa memberikan beban berlebihan pada kompresor.
ESDM juga menyebut pengaturan hingga 16 derajat Celsius tidak berarti ruangan otomatis mencapai suhu tersebut. Pendingin akan terus bekerja keras untuk mengejar target yang mungkin sulit dicapai.
Dampaknya terasa pada konsumsi listrik. Dalam edukasi konservasi energi tersebut, ESDM menyebut sekitar 60 persen pembayaran listrik rumah pada contoh yang dibahas dapat berasal dari konsumsi AC.
Angka pada setiap rumah tentu berbeda. Luas ruangan, daya AC, kondisi bangunan, lama pemakaian, jumlah penghuni, dan peralatan elektronik lain akan menentukan konsumsi sebenarnya.
Cara Pakai AC Lebih Hemat Bisa Dibantu Kipas
AC dan kipas sering dianggap sebagai dua pilihan yang saling menggantikan. Padahal, kombinasi keduanya justru bisa menciptakan rasa sejuk dengan pengaturan AC yang lebih moderat.
WHO memberikan gambaran menarik. Ketika AC digunakan, termostat dapat diatur sekitar 27 derajat Celsius kemudian dibantu kipas listrik untuk mengedarkan udara.
Menurut WHO, kombinasi tersebut dapat membuat ruangan terasa sekitar 4 derajat Celsius lebih sejuk. Strategi serupa berpotensi menghemat hingga 70 persen biaya listrik yang digunakan untuk pendinginan.
Angka itu bukan berarti setiap rumah otomatis memangkas tagihan listrik sebesar 70 persen. Penghematan aktual tetap bergantung pada iklim, desain bangunan, perangkat, tarif energi, dan pola pemakaian.
Namun, prinsipnya mudah diterapkan. Tubuh membutuhkan rasa nyaman, sementara AC tidak selalu harus bekerja untuk menghasilkan suhu ruangan yang sangat rendah.
Kipas membantu udara bergerak melewati kulit sehingga penghuni merasa lebih nyaman. Karena itu, menaikkan pengaturan AC beberapa derajat tidak selalu membuat ruangan terasa jauh lebih panas.
Cegah Panas Masuk Sebelum Menyalakan AC
Pendingin ruangan akan menghadapi pekerjaan lebih berat apabila matahari terus memanaskan kamar. Jendela yang terkena sinar langsung menjadi salah satu jalur masuk panas yang mudah terabaikan.
WHO menyarankan jendela ditutup dan dilindungi dengan tirai atau penutup ketika udara luar lebih panas dibandingkan kondisi di dalam rumah. Cara ini membantu menghalangi paparan matahari langsung.
Perangkat elektronik yang tidak digunakan juga sebaiknya dimatikan. Televisi, komputer, lampu tertentu, konsol gim, dan berbagai perangkat lain menghasilkan panas ketika beroperasi.
Ketika udara luar mulai lebih dingin setelah matahari terbenam, strategi dapat dibalik. Membuka jendela pada malam hari membantu udara yang lebih sejuk masuk dan melepaskan panas dari dalam rumah.
WHO menyebut ruang hidup idealnya dijaga di bawah 32 derajat Celsius pada siang hari dan sekitar 24 derajat Celsius pada malam hari ketika menghadapi gelombang panas.
Perhatian lebih besar diperlukan pada rumah yang dihuni bayi, lansia di atas 60 tahun, serta orang dengan kondisi kesehatan kronis. Kelompok tersebut lebih rentan terhadap dampak suhu tinggi.
Kemarau Membuat Efisiensi Energi Semakin Relevan
Kebiasaan menghemat listrik menjadi semakin masuk akal ketika periode panas berlangsung cukup panjang. Apalagi penggunaan pendingin sering berlangsung berjam-jam setiap hari.
Kementerian ESDM memperkirakan potensi penghematan energi sektor rumah tangga dapat berada pada kisaran 15–30 persen. Artinya, perubahan kebiasaan kecil masih memiliki ruang untuk menghasilkan efisiensi.
Konteks Jawa Timur juga mendukung perhatian tersebut. Dari 74 Zona Musim di provinsi ini, BMKG memprediksi 53 ZOM atau 71,6 persen mencapai puncak kemarau pada Agustus 2026.
Sebanyak 12 ZOM atau 16,2 persen diperkirakan baru mencapai puncak musim kemarau pada September. BMKG Jawa Timur juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara hemat dan bijak selama periode tersebut.
Secara nasional, musim kemarau 2026 bahkan diprediksi lebih kering dari kondisi biasanya di 451 ZOM atau sekitar 64,5 persen wilayah Zona Musim.
Kondisi kering seperti ini membuat penggunaan energi untuk kenyamanan rumah perlu dikelola secara masuk akal. Efisiensi tidak harus berarti bertahan di ruangan yang membuat tubuh tidak nyaman.
Kebiasaan Sederhana Lebih Mudah Dipertahankan
Cara paling realistis dimulai dari kebiasaan yang tidak terasa merepotkan. Tutup tirai ketika matahari sedang kuat dan hindari membiarkan pintu terbuka lama ketika AC menyala.
Atur suhu pada tingkat yang nyaman, bukan otomatis memilih angka terendah. Tambahkan kipas apabila sirkulasi udara masih terasa kurang merata.
Filter AC juga perlu diperiksa dan dibersihkan sesuai petunjuk produsen. Aliran udara yang terhambat kotoran membuat perangkat tidak bekerja dalam kondisi terbaiknya.
Pada malam yang lebih sejuk, AC bahkan mungkin tidak selalu diperlukan sepanjang waktu. Ventilasi alami atau kipas dapat menjadi pilihan ketika kondisi udara luar memungkinkan.
Cuaca panas memang membuat pendingin ruangan terasa semakin penting. Namun, kenyamanan rumah tidak ditentukan oleh seberapa dingin angka pada remote.
Cara pakai AC lebih hemat justru berangkat dari pengaturan suhu yang wajar, pengendalian panas matahari, dan sirkulasi udara yang baik. Rumah tetap nyaman tanpa membuat energi terbuang untuk mengejar dingin berlebihan.