JATIMNET.COM, Surabaya – Memiliki mobil nasional sendiri memang tidak gampang. Lebih dari selusin produk mobil, proyek buatan dalam negeri yang digadang-gadang bakal jadi mobil nasional, belum ada satupun yang berhasil sampai kini.

Masih ingat proyek Mobil Maleo, Beta 97 MPV, Timor, Bimantara, Kalla Motor, Texmaco Macan, Gang Car, Kancil, kemudian Tawon? Semuanya sekarang tinggal cerita saja.

Pun demikian dengan ESEMKA, mobil karya Sukiyat dan anak-anak SMK Negeri 2 Solo yang dipopulerkan Joko Widodo (Jokowi) pada awal 2012 lalu. Jokowi, yang waktu itu menjabat Wali Kota Solo, bersama wakilnya, F.X. Hadi Rudiyatmo, per 2 Januari resmi mengganti mobil dinas sedan Camry seharga Rp 300 jutaan dengan Rajawali, mobil ESEMKA. Publik heboh menanggapi cuitan Jokowi di akun Twitter @jokowi_do2.

"Mulai hari ini saya pakai mobil dinas baru, mobil buatan anak2 SMK, muatan lokalnya 80%, harga produk massalnya 95 jt...cinta prod lokal." Komentar pertamannya saat memakai mobil tersebut juga diunggah ke Twitter. "Catnya alus mulus, interiornya cantik, mesin suaranya halus, AC nya dingin, bensin irit krn 1.500 cc, desain mobil bagus...apalagi ya?"

Sepak terjang ESEMKA kian moncer meskipun belum memiliki izin resmi dari Kementerian Perhubungan. Ketika Jokowi maju sebagai cagub DKI Jakarta, ESEMKA kembali dibawa-bawa. Begitu juga saat maju sebagai cawapres pada Pilpres 2014, ESEMKA kembali dikait-kaitkan dengan Jokowi. Pada 2015 mobil ini bahkan meramaikan jagat industri otomotif.

Kendati demikian, seiring berjalannya waktu, meski nama ESEMKA lekat dengan Jokowi, tapi sampai sekarang mobil ini belum juga memiliki surat tanda laik dan surat-surat lainnya sehingga tidak juga bisa diproduksi secara massal.

Yang terjadi selanjutnya pamor Mobil ESEMKA meredup, hingga beberapa hari lalu ketika Calon Wakil Presiden, Kiai Ma'ruf Amin, mengatakan ESEMKA akan diluncurkan pada bulan Oktober.

Tak cuma itu, Ma'ruf Amin, yang digandeng Jokowi di Pilpres 2019, itu bahkan menegaskan kalau ESEMKA akan diproduksi secara besar-besaran.

"Bulan Oktober nanti akan diluncurkan Mobil Nasional bernama ESEMKA, yang dulu pernah dirintis oleh Pak Jokowi. Akan diproduksi besar-besaran," kata Ma'ruf Amin di Pondok Pesantren Nurul Islam, Jember, Kamis, 27 September 2018.

Pernyataan tersebut dilontarkan Ma'ruf Amin ketika memberikan tausiah di hadapan ratusan santri dan ulama Nahdlatul Ulama (NU). "Nanti ke depan ada harapan tumbuh mobil nasional Nuris, jadi tidak mustahil. Semua usaha juga dimulai dari kecil," katanya disambut tepuk tangan meriah ratusan orang yang hadir dalam acara silaturahmi itu.

Dia menambahkan, perlu untuk menyiapkan sumber daya manusia atau human capital dan human resource yang berkualitas sehingga bisa berkompetisi dan memiliki daya saing serta fighting spirit tinggi.

"Mobnas yang tidak hanya dijual di dalam negeri tetapi bisa dijual di luar negeri," katanya. Ma'ruf mengimbuhkan kalau baru-baru ini juga mengaku sudah berbincang dengan Mahatir untuk mengembangkan mobil Asian.

Namun kenyataannya hingga akhir Oktober, ESEMKA tidak juga diluncurkan. Publik gaduh. Seteru politiknya di Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno segera mengkritik Ma'ruf Amin.

Salah satunya politisi Partai Gerindra Fadli Zon. Lewat akun Twitternya @fadlizon, ia menautkan artikel berita media online nasional dengan caption begini: "Pabrik Mobil Esemka Sepi, Fadli Zon: Keledai Aja Dibohongi Hanya Dua Kali, Kita Bertahun-tahun".

Lalu bagaimana lika-liku perjalanan Mobil ESEMKA ini? Berikut ini runtutannya:

Karya anak bangsa Indonesia

Esemka dirakit oleh anak-anak SMK Kota Solo sehingga dinamai Esemka. Mobil ini pertama kali diperkenalkan pada 2009. Mulanya, Esemka dikenalkan oleh Sukiyat. Dari bengkelnya, dia mengajak siswa-siswa SMK merakit Kiat Esemka. Di bengkel itu dua unit mobil dirakit, lalu dipakai oleh Jokowi dan wakilnya. Saat itu, yang ingin memproduksi secara massal mobil Esemka adalah PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK). Namun bertahun-tahun dinanti, peluncuran tidak kunjung terealisasi.

Jokowi jadikan Esemka mobil dinasnya

Mobil Esemka mulai dikenal publik ketika Joko 'Jokowi' yang kala itu masih menjadi Wali Kota Solo menjadikan mobil ini sebagai kendaraan dinasnya pada 2012. Tak lama setelah Jokowi dilantik menjadi Presiden pada akhir 2014, ia sendiri berniat menjadikan mobil ini sebagai industri mobil rumahan sekaligus embrio untuk mewujudkan impian tentang mobil nasional. Namun lagi-lagi ide Jokowi terbang sebab belum juga terealisasi.

Esemka beberapa kali gagal uji emisi

Pada 2012, Esemka terbentur masalah emisi gas buang. Kendala Esemka saat itu terletak pada emisi gas buang yang terlampau tinggi. Bahkan, Esemka sudah dua kali gagal uji emisi.

Hingga di pengujian ketiga kali pada Agustus 2012, Esemka lulus uji emisi dan sudah memenuhi standar. Meski begitu, Esemka kala itu harus berbenah dengan mengurangi bobot kendaraan sampai setengah sebelum diproduksi massal.

Esemka sempat jadi rebutan

Pada 2015, Mantan Kepala Badan Intelijen Negara AM Hendropriyono melalui bendera PT Adiperkasa Citra Lestari (ACL) melakukan penandatangan nota kesepahaman kerja sama dengan perusahaan otomotif Malaysia Proton Holdings Berhard. Proton akan membantu perusahaan milik Hendropriyono untuk memproduksi mobil itu di Indonesia.

Dua tahun lebih, PT ACL yang telah melebur dengan PT SMK kemudian berubah nama menjadi PT Adiperkasa Citra Esemka Hero (ACEH) tak kunjung berhasil memproduksi Esemka secara massal dan meluncurkannya ke publik. Sampai sekarang, nasib mobil yang digadang-gadang akan menjadi Mobnas ini nasibnya belum jelas.