Rabu, 18 November 2020 13:00 UTC

Ilustrasi pencurian motor
JATIMNET.COM, Gresik – Santoso 35 tahun, warga Dusun Ngipik, Desa Windu, Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan babak belur dihajar sejumlah warga setelah tertangkap mencuri sepeda motor.
Pelaku mencuri motor Honda Scoopy milik warga di Dusun Singorejo, Desa Dahanrejo RT4 RW4, Jalan dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.
Tersangka berhasil diamankan warga saat melarikan diri dengan sepada motor hasil curiannya. Warga yang mendengar teriakan pemilik motor langsung melakukan pengepungan.
BACA JUGA: Curi Motor di Sawah, Pemuda Ini Diamuk Massa
Bahkan salah satu warga menabrakkan motor ke arah samping motor yang dibawa tersangka hingga tersangka terjatuh. Warga pun ramai-ramai mendatangi tersangka yang kemudian menghajarnya hingga babak belur.
Beberapa warga langsung melaporkan peristiwa itu ke kepolisian. Polisi segera mendatangi tempat kejadian dan mengamankan pelaku ke Mapolres Gresik.
"Kejadian Minggu malam (15 November 2020) sekira pukul 23.45. Setelah penyidikan, pelaku mengakui dan menjadi tersangka. Kita jerat pasal 363 ayat 1 ke-3 dan 5 KUHP," kata Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Bayu Febrianto Prayoga, Rabu, 18 November 2020.
Tersangka diancam pidana penjara maksimal tujuh tahun karena pencurian dengan pemberatan. Pria bertato itu pun kini harus merasakan pengapnya ruang tahanan Polres Gresik. Satu set kunci leter T milik tersangka menjadi barang bukti.
BACA JUGA: Gagal Curi Motor, Warga Surabaya Babak Belur Dihajar Warga
Selain itu, Honda Scoopy bernopol W 4863 BH milik korban diamankan sementara sebagai barang bukti. Polisi juga mengamankan dompet berisi kartu parkir dan ponsel milik tersangka.
Salah satu warga setempat mengaku peristiwa pencurian sepeda motor di Dusun Singorejo kerap terjadi. Pelaku mencari sasaran tidak hanya motor yang terparkir di luar rumah, tapi juga yang terparkir di dalam pagar rumah.
"Sebelum motornya Pak Amirudin itu (korban pencurian di atas), sering sepeda motor hilang dicuri. Kebanyakan milik orang yang ngekos," kata Rahmad, salah satu warga setempat.
