Minggu, 21 December 2025 06:00 UTC

Panitia membereskan buku berjudul "Reset Indonesia" setelah pejabat pemerintah dan aparat kepolisian melarang diskusi berlangsung di Madiun. Foto: SS akun X Dandhy Laksono
JATIMNET.COM, Madiun - Bedah buku berjudul “Reset Indonesia: Gagasan Tentang Indonesia Baru” batal digelar di Pasar Pundensari, Desa Gunungsari, Kecamatan/Kabupaten Madiun, Sabtu malam, 20 Desember 2025.
Gara-garanya, pejabat pemerintah desa, kecamatan, dan aparat kepolisian melarang kegiatan yang hendak dimulai sekitar pukul 20.00 WIB tersebut.
Alasan penghentian acara, karena penyelenggara dinyatakan tidak mengajukan izin kepada pihak terkait terlebih dulu.
Dandhy Laksono, salah seorang penulis “Reset Indonesia” menyampaikan kekecewaannya atas pembubaran tersebut. Ia menyebut diskusi buku Reset Indonesia telah digelar di sedikitnya 47 kota di Indonesia dan baru kali ini dibubarkan oleh aparat.
“Baru kali ini diskusi Reset Indonesia dibubarkan. Saya mewakili para penulis mengucapkan terima kasih kepada panitia yang sudah berikhtiar maksimal,” ujar Dandhy.
Menurut Dandhy, peristiwa ini justru memperkuat alasan lahirnya buku Reset Indonesia.“Situasi malam ini persis seperti yang kami tulis di buku. Inilah mengapa Indonesia perlu di-reset,” pungkasnya.
Buku “Reset Indonesia” ditulis oleh Tim Indonesia Baru, yaitu Farid Gaban, Dandhy Laksono, Yusuf Priambodo, dan Benaya Harobu.
Keempat tulis tersebut melakukan road show ke sejumlah kota untuk mendiskusikan atau membedah karya mereka. Dari sekian daerah yang dikunjungi, insiden pembubaran baru terjadi di Madiun.
