Bawaslu Jatim Rekomendasikan Sejumlah TPS Lakukan Hitung Ulang

Baehaqi Almutoif

Jumat, 19 April 2019 - 20:16

JATIMNET.COM, Surabaya - Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Jawa Timur merekomendasikan sejumlah sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) melakukan pemungutan suara ulang (PSU) dan sebagian lainnya harus hitung ulang.

Komisioner Bawaslu Jawa Timur Muhammad Ikhwanudin Alfianto mengatakan, rekomendasi tersebut diberikan ke sejumlah TPS di Jawa Timur. Di antaranya, di TPS 2 Desa Jukong, Kecamatan Labang dan TPS 8 Desa Katul Barat, Kecamatan Geger, Bangkalan yang harus menggelar pemungutan suara ulang.

Bawaslu Jawa Timur juga merekomendasikan hitung ulang setelah ditengarai adanya surat suara yang tidak dihitung, namun langsung direkap dan dimasukkan ke form C1. "Kemudian juga di TPS 30 Puger Wetan, Puger, Jember (harus hitung ulang)," ujar Ikhwanudin, Jumat 19 April 2019.

BACA JUGA: Rekapitulasi Suara Tingkat PPK di Surabaya Sebagian Diundur

Temuan lain, lanjutnya, juga terjadi di dua TPS di Ngasem Papak, Kecamatan Sidayu, Gresik, dan TPS 12 Sobontoro, Kecamatan Balen, Bojonegoro. Di tiga TPS itu, Bawaslu juga merekomendasikan penghitungan ulang.

Sebelumnya, Bawaslu Jawa Timur juga menduga ada pelanggaran di beberapa TPS yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota harus melakukan pemungutan suara ulang. Seperti di TPS 3 Desa Masalima, Masalembu, Sumenep. Temuan serupa juga terjadi di TPS 3 Desa Trapang, Kecamatan Banyuwates, Sampang.

Kemudian di TPS 9 Desa Rabesen, Kecamatan Camplong, Sampang. Lalu di TPS 6 Desa Madupat, Kecamatan Camplong.

BACA JUGA: Bawaslu Jatim Temukan Indikasi Surat Tercoblos sebelum Pelaksanaan Pemilu

Selain itu, di TPS 6 Desa Bancangan, Sambit, Ponorogo. Kemudian TPS 15 Banyuninglau, Geger, Bangkalan. Ada juga di TPS 17 Kelurahan Penanggungan, Klojen, Kota Malang, TPS 28 Kelurahan Rungkut Kidul, Gununganyar, Surabaya, dan terakhir di TPS 1 Awang-Awang, Mojosari, Mojokerto.

Terakhir di TPS 7 Kelurahan Kranggan, Kota Mojokerto. "Kami sarankan dilakukan pemungutan suara ulang," kata Ikhawanudin.

Baca Juga

loading...