Logo

Banjir Kembali Merendam Probolinggo, 10 Kecamatan Terdampak dan Infrastruktur Rusak

Reporter:,Editor:

Rabu, 21 January 2026 16:40 UTC

Banjir Kembali Merendam Probolinggo, 10 Kecamatan Terdampak dan Infrastruktur Rusak

Sekda Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto bersama jajaran OPD terkait meninjau lokasi terdampak banjir, Rabu malam, 21 Januari 2026. Foto: Foto.

JATIMNET.COM, Probolinggo – Banjir kembali melanda wilayah 10 kecamatan di Kabupaten Probolinggo setelah hujan deras mengguyur sejak Rabu sore, 21 Januari 2026.

Banjir yang merupakan luapan sejumlah aliran sungai itu menggenangi permukiman warga hingga kawasan pondok pesantren (ponpes).

Curah hujan yang tinggi menyebabkan sejumlah aliran sungai meluap dan menggenangi permukiman warga hingga kawasan pondok pesantren. Ketinggian genangan air berkisar antara 1-1,5 meter.

Kondisi ini memaksa sebagian warga terdampak banjir mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Tujuannya, menghindari risiko yang lebih besar.

‎‎Salah satu lokasi yang terdampak cukup parah adalah kawasan Pondok Pesantren Darul Lughah Wal Karomah 2 di Kecamatan Kraksaan.

BACA: Tujuh Wilayah Kecamatan Terdampak Banjir Bandang di Probolinggo

‎‎Adnan Mashudi, penjaga ponpes tersebut mengungkapkan bahwa banjir yang terjadi akibat luapan air sungai yang diawali hujan deras sejak pukul 15.00 WIB. ‎‎“Awalnya itu hujan deras, kemudian air naik setelah azan Isya,” ujarnya.

‎‎Menurutnya, ketinggian air terus meningkat hingga mencapai puncaknya sekitar pukul 19.00 WIB. Luapan air akhirnya merendam lingkungan ponpes, termasuk dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di area tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto turun langsung ke sejumlah lokasi terdampak banjir. Tujuannya, memantau kondisi banjir dan melakukan asesmen awal.

‎‎“Kami ingin mengetahui langsung apa yang menjadi potensi banjir. Dari hasil pantauan, ditemukan di salah satu titik adanya sejumlah bangunan yang ditempatkan di lokasi yang tidak semestinya,” jelas Ugas.

BACA: Tanggul Sungai Rondoningo Jebol, Puluhan Rumah di Probolinggo Terendam Banjir

‎‎Ia menegaskan, apabila dalam evaluasi selanjutnya bangunan-bangunan tersebut terbukti melanggar dan berkontribusi terhadap terjadinya banjir, maka penertiban akan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

‎‎Di sisi lain, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarif menyampaikan bahwa total terdapat 10 kecamatan yang terdampak banjir.

‎‎Kecamatan tersebut meliputi Pajarakan, Kraksaan, Krejengan, Besuk, Pakuniran, Paiton, Gading, Maron, Gending, dan Kecamatan Kotaanyar.

‎‎Selain merendam permukiman warga, banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur.

‎‎“Untuk jembatan yang putus berada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kotaanyar. Sedangkan plengsengan yang mengalami longsor terjadi di Kecamatan Kraksaan,” ungkap Oemar.

‎‎Oemar juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana untuk tetap waspada. Apalagi, berdasarkan prakiraan cuaca, kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

‎‎“Warga kami minta terus meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat,” pungkasnya.