Bandung Peringati Hari Kartini dengan Menari Selama 21 Jam

Hari Istiawan

Minggu, 21 April 2019 - 17:55

JATIMNET.COM, Bandung - Paguyuban Seni Sekar Laras mementaskan tari sintren selama 21 jam bertema "Ruang Tanpa Batas" untuk memeringati Hari Kartini.

Ketua Paguyuban Seni Sekar Laras, Darto, menjelaskan bahwa tarian sintren tersebut menjadi simbol perjuangan seorang perempuan seperti perjuangan yang dilakukan oleh Kartini pada zamannya.

"Kami mecoba membangkitkan lagi semangat juang kaum perempuan," kata Darto di Taman Cikapayang, Jalan Ir Djuanda, Kota Bandung, Minggu 21 April 2019.

BACA JUGA: Kartini di Mata Gubernur Perempuan Pertama di Jatim

Menurutnya, saat ini jenis kesenian yang ia pelihara tersebut kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Padahal kesenian tari sintren ini merupakan warisan budaya.

"Adanya pergeseran nilai budaya, akhirnya atensi masyarakat mulai teralihkan oleh budaya populer, padahal pada zamannya ini sangat digandrungi," katanya.

Melalui peringatan Hari Kartini ini dia bersama paguyuban seninya mencoba menghadirkan kembali kesenian tarian sintren di tengah-tengah masyarakat.

BACA JUGA: Dari Perempuan Jepang ke Kembang Jepun

Dia mengatakan kesenian tersebut perlu dikolaborasikan dengan sesuatu yang bisa diserap oleh masyarakat. Karena menurutnya, setiap kesenian memiliki makna.

"Kesenian itu akan tetap hidup ketika masyarakat menghidupinya," kata dia.

Dia berharap dengan adanya gelaran tersebut, kesenian yang ia budayakan akan terus hidup. Dan, menurutnya, faktor punahnya sebuah kesenian antara lain karena tidak adanya ruang-ruang pertunjukan.(ant)

Baca Juga

loading...