Aplikasi MEEBER Terapkan Sistem Loyalty Pelanggan Bisnis Kuliner

Muhammad Taufiq

Senin, 11 Februari 2019 - 19:19

JATIMNET.COM , Surabaya - Perusahaan aplikasi kasir online, PT Meeber Teknologi Indonesia, menerapkan sistem L oyalty Program pelanggan bagi para pelaku bisnis kuliner. Sistem baru ini menambah keuntungan bagi pelaku bisnis kuliner untuk mengetahui wawasan pelanggan, umpan balik ( feedback ) dari pelanggan.

"Sistem baru ini juga mudah dan tanpa biaya, serta menawarkan kemudahan untuk berkomunikasi dengan pelanggannya dalam hal penawaran produk, promosi dan masih banyak lagi yang lain untuk dieksplorasi," kata Chief Executive Officer (CEO) Meeber Teknologi Indonesia, Rudy Hartawan, dalam siaran persnya, Senin 11 Februari 2019.

Lebih lanjut Rudy menjelaskan, melalui solusi digital yang dimiliki Meeber, pelaku usaha bisnis kuliner juga mendapatkan kemudahan dalam menjalankan bisnisnya, terutama untuk layanan makan di tempat sebagai wujud revolusi industri 4.0 di binis kuliner.

BACA JUGA: Google Maps Uji Coba Peta Realtime Pada Pengguna Terpilih

Sejak diluncurkan pertama kali empat tahun silam, kata Rudy, Meeber di awal kelahiran telah menjadi solusi kasir online lewat produk MeeberPOS. Meeber kemudian menghadirkan produk inovatifnya, masing-masing MeeberLite bagi pelaku bisnis kuliner ( merchant ). Lalu Meeberian yang hadir menjawab kebutuhan aplikasi bagi pelanggan atau penikmat kuliner.

Ketiga produk aplikasi tersebut terbukti mampu menjawab solusi otomasi bisnis kuliner saat berkunjung, mulai dari proses pemesanan, pembayaran secara digital yang nyaman dan aman. Selain itu, produk juga dilengkapi fitur interaksi pendukung antara pelaku bisnis kuliner, dalam hal ini merchant dengan pelanggannya.

MEEBER memang hadir untuk menjawab tantangan era Revolusi Industri 4.0 yang sangat erat hubungannya dengan perkembangan teknologi internet. Hal ini juga selaras dengan program yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melalui roadmapnya yang disebut "Making Indonesia 4.0.cRevolusi Industri 4.0".

BACA JUGA: Garap E-Commerce Facebook Akuisisi GrokStyle

Industri 4.0 merujuk pada tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Di dalamnya mencakup sistem siber-fisik, internet untuk segala atau internet of thing (IOT), komputasi awan, dan komputasi kognitif.

Kendati demikian, jika bicara pada penerapan Revolusi Industri 4.0 tidak hanya terbatas pada industri manufaktur. "Melainkan implementasi layak pada sektor lain di luar itu, salah satunya industri bisnis kuliner," kata Rudy.

Bisnis Kuliner di Era 4.0

Lebih jauh Rudy menjelaskan, tren otomasi yang dimaksud pada konsep Industri 4.0 bertujuan meningkatkan kecepatan dan menekan biaya produksi serta mampu menjamin kualitas produk yang baik dan stabil.

"Hal ini apabila diterapkan pada bisnis kuliner, maka pelaku usaha bisnis kuliner akan mendapatkan solusi atas permasalahan-permasalahan yang selama ini timbul," katanya.

Ia memisalkan kualitas SDM yang dirasa kurang mumpuni, biaya operasional yang tinggi atas gaji karyawan, turn over karyawan yang tinggi. Lalu penerapan training yang konsisten dan merata sehingga berdampak pada pemeliharaan kualitas pelayanan dan standar operasional yang sulit diterapkan.

Berkaca pada iklim industri satu dasawarsa terakhir, sudah banyak bermunculan solusi digital melalui platform online yang sejalan dengan konsep Industri 4.0. "Contohnya reservasi tempat, pemesanan online untuk ambil di tempat maupun layanan antar dan masih banyak yang lain," ujarnya.

Ragam solusi tersebut terus berkembang pesat dalam memberikan revolusi otomasi atas bisnis kuliner. Namun solusi tersebut lebih banyak memfokuskan diri pada tahap pra-kunjungan yaitu transaksi yang terbentuk tanpa melakukan kunjungan ke suatu bisnis.

"Ini yang mengakibatkan munculnya pertanyaan, bagaimana dengan transaksi yang terjadi pada saat pelanggan setiap kali berkunjung? Dan ini sebenarnya garis tebal yang harus dijawab perihal volume transaksi terbesar di bisnis kuliner," kata Rudy menjelaskan.

Baca Juga

loading...