Jumat, 03 July 2026 11:00 UTC

Ilustrasi: Energi untuk Masa Depan. -Dx Gen-AI
JATIMNET.COM - Kesadaran energi menjadi pembahasan yang semakin sering muncul dalam beberapa tahun terakhir. Bukan hanya di kalangan pemerintah dan industri, tetapi juga di tengah kehidupan sehari-hari masyarakat.
Mulai dari memilih lampu LED, menggunakan peralatan hemat daya, hingga membiasakan mematikan perangkat elektronik saat tidak digunakan, semua merupakan bagian dari perubahan perilaku yang semakin relevan di era modern.
Perubahan tersebut tidak muncul tanpa alasan. Pertumbuhan ekonomi, meningkatnya penggunaan perangkat digital, serta kebutuhan listrik yang terus bertambah membuat efisiensi energi menjadi tantangan bersama.
Di kota besar seperti Surabaya, aktivitas pendidikan, bisnis, dan layanan digital berlangsung hampir tanpa henti sehingga konsumsi listrik juga terus meningkat dari tahun ke tahun.
Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan konsumsi listrik Indonesia mencapai sekitar 1.337 kilowatt-jam (kWh) per kapita pada 2024, naik dibandingkan sekitar 1.084 kWh per kapita pada 2019.
Kenaikan tersebut mencerminkan semakin besarnya ketergantungan masyarakat terhadap energi listrik dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Pertumbuhan Kebutuhan Energi Tidak Bisa Dihindari
Indonesia sedang mengalami pertumbuhan jumlah penduduk, urbanisasi, dan digitalisasi yang berjalan secara bersamaan. Ketiga faktor tersebut mendorong peningkatan kebutuhan listrik di rumah, perkantoran, pusat pendidikan, hingga kawasan industri.
Mahasiswa yang belajar secara daring, pekerja yang menjalankan aktivitas dari rumah, hingga pelaku usaha digital sama-sama membutuhkan perangkat elektronik yang bekerja hampir sepanjang hari. Laptop, pendingin ruangan, modem internet, dan telepon pintar menjadi bagian dari kebutuhan dasar masyarakat modern.
Menurut International Energy Agency (IEA), permintaan listrik global tumbuh sekitar 4,3 persen pada 2024, salah satu pertumbuhan tahunan tertinggi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan energi akan terus meningkat seiring berkembangnya aktivitas ekonomi dan penggunaan teknologi.
Karena itu, upaya menghemat energi bukan berarti menghambat kemajuan, melainkan memastikan pertumbuhan tersebut berlangsung secara lebih efisien.
Efisiensi Energi Memberikan Dampak Ekonomi
Kesadaran energi sering dipahami hanya sebagai upaya mengurangi penggunaan listrik. Padahal manfaatnya jauh lebih luas.
Bagi rumah tangga maupun penghuni kos, penggunaan energi yang lebih efisien membantu mengendalikan pengeluaran bulanan.
Sementara bagi negara, efisiensi energi dapat mengurangi kebutuhan investasi tambahan untuk memenuhi permintaan listrik yang terus meningkat.
Laporan International Energy Agency menyebutkan bahwa peningkatan efisiensi energi menjadi salah satu langkah dengan biaya paling efektif untuk memenuhi kebutuhan energi sekaligus menjaga daya saing ekonomi.
Energi yang berhasil dihemat pada dasarnya sama berharganya dengan energi yang berhasil diproduksi karena keduanya mengurangi tekanan terhadap sistem kelistrikan.
Inilah sebabnya berbagai negara terus mendorong penggunaan peralatan berlabel hemat energi dan pembangunan bangunan yang lebih efisien.
Perubahan Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari
Membangun kesadaran energi tidak selalu membutuhkan investasi besar. Justru sebagian besar perubahan dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Memanfaatkan cahaya matahari pada siang hari, mengatur suhu AC pada kisaran 24–26 derajat Celsius, mematikan lampu saat ruangan kosong, serta mencabut perangkat yang tidak digunakan merupakan contoh perilaku yang mudah diterapkan siapa saja.
Menurut berbagai kajian efisiensi energi, kebiasaan-kebiasaan tersebut mampu menekan konsumsi listrik tanpa mengurangi kenyamanan.
Ketika dilakukan oleh jutaan rumah tangga secara bersamaan, dampaknya menjadi jauh lebih besar dibandingkan jika hanya dilakukan oleh segelintir orang.
Di lingkungan kampus maupun kawasan kos di Surabaya, perubahan kecil seperti ini juga dapat menjadi budaya baru yang lebih bertanggung jawab terhadap penggunaan energi.
Investasi Kecil untuk Masa Depan
Kesadaran energi sesungguhnya merupakan investasi jangka panjang. Manfaatnya tidak selalu langsung terlihat dalam hitungan hari, tetapi akan terasa melalui pengeluaran yang lebih terkendali, penggunaan perangkat yang lebih efisien, dan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Generasi muda memiliki posisi penting dalam perubahan tersebut karena merupakan kelompok yang paling dekat dengan teknologi sekaligus menjadi pengguna energi yang semakin aktif.
Pilihan sehari-hari, mulai dari membeli perangkat hemat daya hingga membangun kebiasaan menggunakan listrik secara bijak, akan membentuk pola konsumsi energi pada masa depan.
Di tengah perkembangan Surabaya sebagai salah satu pusat pendidikan dan ekonomi terbesar di Indonesia, kesadaran energi bukan lagi sekadar tren gaya hidup.
Ia menjadi bagian dari cara hidup modern yang menggabungkan efisiensi, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap keberlanjutan. Dari satu sakelar yang dimatikan hingga satu lampu yang diganti dengan LED, setiap langkah kecil memiliki arti dalam menjaga masa depan energi bersama.
