Sabtu, 07 March 2026 00:00 UTC

Petugas dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya saat mengecek produk kerupuk, salah satu yang dijual pelaku UMKM di acara CFD Kabupaten Madiun.Foto: Nd.Nugroho
JATIMNET.COM, Madiun – Petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya menemukan menu takjil yang terindikasi mengandung boraks di acara Caruban Fustatnya Djajanan (CFD), Kabupaten Madiun.
Komoditas yang terindikasi mengandung bahan berbahaya itu adalah kerupuk. Untuk memastikan kandungan tersebut, pihak BBPOM masih melakukan uji lanjutan.
“Dari hasil pengujian sementara, terdapat dua sampel yang reaktif diduga mengandung boraks, yakni pada komoditas kerupuk,” ujar Kepala BBPOM Surabaya Yudi Noviandi.
BACA: Pemkot Surabaya bersama BBPOM Cek Menu Kuliner Ramadan di Kya-kya
Temuan itu merupakan hasil pengecekan tim BBPOM Surabaya dalam CFD yang berlangsung setiap menjelang berbuka puasa di kawasan Alun-alun Reksogati Caruban, Kabupaten Madiun, Kamis sore, 5 Maret 2026.
Saat itu, petugas BBPOM meninjau setiap menu takjil yang ditawarkan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
“Kami melakukan sampling dan pengujian terhadap 30 produk pangan yang dijual pedagang takjil,” ujarnya.
Puluhan produk kuliner yang diuji, seperti martabak, dimsum, bakso, tahu, sempol, sosis, cincau, botok, cecek, sosis, dan kulit ayam. Makanan tersebut diketahui tidak mengandung bahan berbahaya.
BACA: Di Bulan Ramadan, Menu Steak dengan Saus Barbeque yang Spesial Diluncurkan
Menurut Yudi, pengujian difokuskan untuk mengetahui apakah terdapat kandungan bahan berbahaya seperti formalin, boraks, maupun pewarna berbahaya dalam makanan.
Adapun pengujiannya dilakukan oleh tim BBPOM Surabaya di sebuah Mobil Laboratorium Keliling (Labkel) yang sengaja diturunkan ke Madiun.
Kehadiran mobil tersebut menjadi bagian dari kegiatan pengawasan pangan takjil selama bulan Ramadan serta menjelang Idulfitri 2026/1447 Hijriah.
