David Priyasidharta

Sabtu, 27 Oktober 2018 - 08:05

JATIMNET.COM, Blitar - Coulibaly Foungnugue Brahima atau Ibrahim (27) dan Kone Adama Junior atau Adam (23), keduanya pemain sepak bola asal Pantai Gading, datang ke Indonesia dengan niatan bergabung dengan salah satu klub yang bermain di kompetisi lokal. Ibrahim datang ke Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta di Jakarta pada 4 Maret 2018. Sedangkan Adam datang ke Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta di Jakarta pada 10 Maret 2018. Keduanya menggunakan bebas visa kunjungan wisata aktif selama 30 hari.


Karena tidak ada klub yang merekrut, akhirnya mereka kehabisan dana dan tidak bisa pulang ke negaranya. Untuk bertahan hidup, keduanya bermain sepak bola antar kampung. "Mereka berpikir untuk jadi pemain sepak bola profesional, karena tidak mendapatkan tim yang merekrut akhirnya kehabisan uang. Kemudian mencari uang untuk kembali ke negaranya dengan cara bermain tarkam," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Blitar Muh Akram di Blitar, dikutip Antara, Jumat, 26 Oktober 2018.

Dari laporan masyarakat, petugas Kantor Imigrasi Kelas II Blitar kemudian mengamankan keduanya  karena melanggar ketentuan izin tinggal. Keduanya ternyata melebihi izin tinggal selama 199 hari. Kantor Imigrasi sudah melaakukan pendeteksian sejak 12 Oktober 2018.

Jauh-jauh dari Pantai Gading mimpi bergabung dengan klub bola, Ibrahinm dan Adam ternyata bermain untuk kompetisi Antar kampung (Tarkam) di Indonesia. Mereka pernah bermain tarkam di Pasuruan, Wonosobo serta Blitar.

Baca Juga

loading...