65 Tersangka Pelaku Penyakit Masyarakat Ditangkap Polres Lumajang

Mereka adalah pelaku perjudian, penjual miras dan produksi petasan ilegal, narkotika, pelacur, premanisme.
Dyah Ayu Pitaloka

Selasa, 28 Mei 2019 - 09:42

JATIMNET.COM, Surabaya –  Dua pekan terakhir, Kepolisian Resor (Polres) Lumajang gencar melakukan operasi Pekat Semeru 2019. Dalam operasi yang menyasar berbagai penyakit masyarakat itu, polisi menangkap 65 tersangka dengan 59 kasus kriminalitas.

"Kasus tindak kriminalitas yang diungkap cukup beragam yakni peredaran minuman keras tanpa izin, kasus narkotika (shabu dan pil koplo), perjudian, prostitusi, premanisme, dan produksi petasan tanpa izin," kata Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban di Lumajang, Senin 27 Mei 2019.

Menurut dia, awal mula kejahatan dari tumbuh suburnya penyakit masyarakat, sehingga Polres Lumajang melakukan operasi dengan fokus kepada hal-hal yang terkait dengan penyakit masyarakat.

"Dengan harapan penyakit masyarakat bisa ditekan, maka kriminalitas juga akan turun. Operasi itu bersifat khusus dengan menggerakkan semua fungsi mulai dari Reskrim, Sabhara, Intel, dan Polsek-polsek yang dipimpin Kepala Bagian Operasi Polres Lumajang," tuturnya.

BACA JUGA: Narkotika Senilai Rp1,4 Miliar Ditelan Dua Warga Thailand

Kabag Ops Polres Lumajang Kompol Eko Hari Suprapto mengatakan, operasi pemberantasan penyakit masyarakat sesuai petunjuk Kapolres yang dipimpinnya langsung, sehingga semua satuan fungsi digerakkan yaitu Reskrim, Resnarkoba, Intel, Sabhara serta Polsek jajaran dalam pemberantasan penyakit masyarakat.

"Dengan operasi serentak dan terfokus hanya dalam 2 minggu, maka Polres Lumajang berhasil mengungkap 59 kasus dengan total 65 tersangka yang diamankan," katanya.

Barang bukti yang diamankan antara lain 1.199 botol minuman dari 35 kasus peredaran miras tanpa izin, obat keras berbahaya sebanyak 809 pil double Y dari empat kasus, dan shabu seberat 13,59 gram dari tiga kasus, serta satu perempuan yang sedang menunggu pelanggan dalam kasus prostitusi.

"Selain itu, Polres Lumajang juga mengamankan aksi premanisme dengan mengamankan senjata tajam, bahan peledak terdiri dari 309 mercon, serta 22 bungkus bahan baku pembuatan mercon seperti sumbu dan mesiu (bubuk mercon), kemudian barang bukti rekapan togel dan telepon genggam sebagai sarana perjudian," ujarnya. (ant)

Baca Juga

loading...