55 Ton Bawang Merah Lancor Probolinggo Diekspor ke Thailand

Zulkiflie

Reporter

Zulkiflie

Sabtu, 3 Agustus 2019 - 19:17

JATIMNET.COM, Probolinggo – Sebanyak 55 ton bawang merah lancor asal Kabupaten Probolinggo diekspor ke Thailand menggunakan dua truk kontainer. Dua truk tersebut diberangkatkan dari Pasar Bawang Merah Dringu, Kecamatan Dringu, Sabtu 3 Agustus 2019.

Direktur Utama PT Cipta Makmur Sentausa, Sri Pujiwanti selaku ekspotir mengatakan, ekspor bawang merah oleh PT CMS sudah dilakukan sejak era Presiden Soeharto.

Dan tahun ini merupakan keempat kalinya PT CMS Perusahaan yang bergerak di bidang ekspor dan impor hortikultura, melakukan ekspor bawang merah.

BACA JUGA: Harga Bawang Merah Probolinggo Anjlok

Namun demikian, kata Sri, PT CMS masih eksportir kecil yang setiap tahunnya rata-rata hanya ekspor bawang merah sekitar 800-1.500 ton.

Negara Thailand menjadi tujuan ekspor lantaran untuk Negara Vietnam dan Philipina bawang merah Indonesia telah di-banned.

“Dua tahun lalu kami masih bisa ekspor ke Vietnam dan Philipina, tapi sejak tahun kemarin bawang merah kita di-banned jadi gak bisa ekspor. Kalau ekspor ke Singapura omsetnya kecil, jadi kita memilih tidak mengirimnya,” jelasnya.

Sementara Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan, Kabupaten Probolinggo, M Sidik Widjanarko berharap, adanya ekspor bawang merah diharapkan bisa mendongrak harga jual yang saat ini tengah merosot.

BACA JUGA: Harga Bawang Putih Bisa Sebabkan Hipertensi

"Kami berharap harga bisa terkatrol dengan ekspor ini. Apalagi bulan-bulan ini tengah memasuki panen raya. Saya minta asosiasi bawang bisa rukun,” ujar Sidik.

Menurutnya, pemerintah tahun ini menargetkan ekspor bawang merah bisa mencapai 300 ton menyusul anjloknya harga di pasaran lokal. Harga bawang merah kualitas super di pasaran lokal hanya laku Rp 15 ribu per kilogram. Sedangkan jika diekspor bisa mencapai Rp 20-Rp 22 ribu per kilogram.

Baca Juga

loading...