Logo

247 Lulusan Sekolah di Mojokerto Terima Ijazah yang Sempat Tertahan

Reporter:,Editor:

Sabtu, 22 August 2026 01:00 UTC

247 Lulusan Sekolah di Mojokerto Terima Ijazah yang Sempat Tertahan

Bupati Mojokerto Gus Barra bersama para lulusan SD hingga SMA sederajat yang menerima bantuan dari BAZNAS untuk menebus ijazah mereka yang sempat tertahan karena kendala biaya pendidikan. Jumat, 21 Agustus 2026. Foto : Wanto.

JATIMNET.COM, Mojokerto – Sebanyak 247 lulusan dari 98 sekolah di Kabupaten Mojokerto akhirnya bisa membawa pulang ijazah yang selama ini tertahan karena persoalan biaya pendidikan.

Ijazah tersebut akhirnya mereka dapatkan setelah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto menebus tunggakan administrasi melalui Program Tebus Ijazah Tahun 2026.

Penyerahan bantuan berlangsung di Pendopo Graha Maja Tama, Jumat, 21 Agustus 2026. Program yang memasuki tahun kedua itu menyasar lulusan SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA sederajat dari keluarga kurang mampu.

Total dana yang disalurkan mencapai Rp585 juta. Rinciannya, 131 lulusan SMA sederajat menerima bantuan masing-masing Rp2,5 juta, 88 lulusan SMP sederajat mendapat Rp1,5 juta per orang, sedangkan 28 lulusan MI sederajat menerima Rp800 ribu.

Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto Zamroni Ahmad mengatakan program tersebut tidak sekadar menyelesaikan persoalan administrasi sekolah. Menurut dia, ijazah merupakan dokumen penting yang dibutuhkan lulusan untuk melanjutkan pendidikan maupun mencari pekerjaan.

“Hari ini sebenarnya kita tidak sedang hanya menyerahkan ijazah. Kita sedang berusaha membuka kembali jalan yang sempat tertutup bagi anak-anak kita,” ujar Zamroni.

Program Tebus Ijazah merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat yang dihimpun BAZNAS dari para muzaki. Bantuan diberikan setelah calon penerima melalui proses verifikasi untuk memastikan mereka berasal dari keluarga mustahik dan memenuhi kriteria program.

Pelaksanaan program tahun ini juga melibatkan Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan PERUMDAM Mojopahit Mojokerto. Dari total Rp585 juta bantuan, Rp100 juta di antaranya berasal dari dukungan PERUMDAM Mojopahit Mojokerto.

Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra mengapresiasi program tersebut. Menurutnya, persoalan biaya tidak seharusnya membuat anak kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan atau mendapatkan pekerjaan.

“Pendidikan adalah jalur paling singkat untuk meningkatkan taraf hidup dan strata sosial keluarga,” katanya.

Gus Barra, sapaan akrab Muhammad Al Barra berharap para penerima tidak berhenti setelah mendapatkan kembali ijazah. Dokumen tersebut diharapkan menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi maupun mencari pekerjaan.

“Kami tidak ingin ada anak-anak kita yang terhenti langkahnya hanya karena persoalan biaya,” tegasnya.

Bagi 247 lulusan tersebut, ijazah yang kembali ke tangan bukan sekadar dokumen pendidikan. Ijazah itu membuka kembali kesempatan yang sebelumnya tertutup, baik untuk melanjutkan sekolah, mengikuti pelatihan, maupun mencari pekerjaan.

BAZNAS Kabupaten Mojokerto berharap program tersebut dapat terus diperkuat agar semakin banyak lulusan dari keluarga kurang mampu yang terbantu dan tidak lagi terkendala persoalan biaya untuk memperoleh hak atas ijazah mereka.