Kamis, 04 March 2021 05:00 UTC

VAKSINASI: Suasana pelaksanaan vaksinasi di Ponorogo yang dilakukan di Gedung Sasana Praja, Kamis 4 Maret 2021. Foto: Gayuh
JATIMNET.COM, Ponorogo – Vaksinasi Covid-19 di Ponorogo saat ini masih terus berlanjut, setelah tenaga kesehatan, TNI/POLRI dan pelayanan publik. Selanjutnya adalah 18 ribu tenaga pendidik di Ponorogo siap untuk di Vaksin.
“Kita akan ajukan vaksin kepada provinsi secara bertahap untuk mencukupi kebutuhan vaksinasi tenaga pendidik,” kata Kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo, Rahayu Kusdarini, Kamis 4 Maret 2021.
Irin sapaannya, menuturkan jika vaksinasi massal tahap dua yang saat ini dilakukan di gedung Sasana Praja, sedianya akan diperpanjang jadwalnya hingga Selasa 9 Maret mendatang. Hal ini untuk memenuhi vaksinasi ke beberapa pelayanan publik serta beberapa tenaga pendidik yang berada di wilayah perkotaan.
“Jika sebelumnya hanya kita jatah 7000 vaksin dari 14 ribuan vaksin yang kita terima untuk mengamankan dosis kedua, kini kami tambah 5000-an vaksin. Karena kami sudah mendapat kepastian untuk vaksin tahap ketiga akan segera datang,” tutur Irin.
Baca Juga: Dinkes Jatim Targetkan Vaksinasi 4,5 Juta Pelayan Publik Selesai Me
Ia pun menyerahkan sepenuhnya kepada Dinas Pendidikan untuk melakukan pendataan kepada sejumlah tenaga pendidik agar segera melakukan vaksinasi. “Kami hanya akan menyiapkan jumlah vaksin, untuk pendataan dan siapa saja yang akan divaksin kami serahkan kepada dinas pendidikan,” ucap Irin.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Endang Retno Wulandari menerangkan jika jika pihaknya mengusahakan untuk mendata guru mulai dari Paud sampai dengan jenjang SMP.
Dengan vaksinasi untuk tenaga pendidik ditingkat kecamatan dilakukan di masing-masing kecamatan. “Untuk yang dekat dengan kota memang saya minta Dinkes untuk tetap ikut vaksinasi massal di Gedung Sasana Praja,” terang Retno.
Saat ini pihaknya telah mendata sejumlah 2000 tenaga pendidik untuk diikutkan vaksinasi massal di Gedung Sasana Praja. “Ada 10.600 guru yang terdata mulai dari tenaga administrasi maupun tenaga pendidik kelompok KB (kelompok belajar) hingga SMP yang ada didapodik,” pungkas Retno.
