Kamis, 02 April 2026 10:00 UTC

Suasana Rembuk Akur Warga yang digelar di ruang Mandala Bhakti Praja komplek Pemda Gresik. Foto: Agus Salim
JATIMNET.COM, Gresik – Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menekankan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Gresik.
Ia meminta agar perkembangan program dapat diketahui masyarakat secara luas guna memastikan pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat dan tepat sasaran.
Menurut Alif, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam menjaga akuntabilitas program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus meningkatkan kepercayaan publik.
Ia juga mengajak insan media di Gresik untuk lebih aktif memberitakan perkembangan SPPG dan MBG agar masyarakat dapat memantau pelaksanaannya.
Dalam pelaksanaannya, Alif menegaskan bahwa standar gizi yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN) harus dipenuhi secara ketat, mulai dari jenis makanan hingga komposisi nutrisi.
“Sekali lagi, apa yang diberikan kepada penerima manfaat harus benar-benar aman dan telah melalui uji laboratorium sesuai standar yang ditentukan oleh BGN,” ujarnya, Kamis, 2 April 2026.
Selain itu, aspek sertifikasi halal juga menjadi perhatian penting. Ia meminta seluruh pengelola memastikan proses produksi makanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Alif menambahkan, pengelolaan limbah dapur juga harus diperhatikan agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar. Untuk itu, ia mendorong kerja sama dengan Dinas Cipta Karya, Kebersihan, dan Penataan Ruang (DKCKP).
Ia menegaskan, manajemen pengelolaan program harus dijalankan secara profesional agar program prioritas nasional tersebut dapat berjalan optimal.
“Kami memiliki kantor yang bisa digunakan sewaktu-waktu untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dalam menjalankan SPPG secara baik dan benar,” tuturnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Gresik, Sahril Mujib, menyebutkan bahwa saat ini terdapat 132 SPPG di Gresik, dengan 112 di antaranya telah beroperasi.
Pelaksanaan program MBG sendiri mengacu pada petunjuk teknis terbaru serta menyesuaikan dengan kegiatan belajar mengajar di masing-masing sekolah.
