Logo

Udang Dicurigai Penyebab Puluhan Siswa SMPN 1 Kabuh Diare Usai Santap MBG

Reporter:,Editor:

Kamis, 03 September 2026 12:03 UTC

Udang Dicurigai Penyebab Puluhan Siswa SMPN 1 Kabuh Diare Usai Santap MBG

Para siswa yang keracunan diduga usai menyantap MBG, dilarikan ke puskesmas terdekat. Foto: Karin

JATIMNET.COM, Jombang – Menu udang saus padang menjadi salah satu makanan yang dicurigai berkaitan dengan gangguan kesehatan yang dialami puluhan siswa SMPN 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG). Para siswa mengalami sejumlah keluhan, terutama diare, setelah mengonsumsi menu tersebut pada Rabu, 2 September 2026.

Dugaan itu muncul setelah sejumlah siswa mengaku merasakan kondisi yang tidak biasa pada makanan yang mereka santap. Salah satunya Azura, siswi kelas IX SMPN 1 Kabuh, yang mengaku mencium aroma tidak sedap dari udang dalam paket MBG.

"Setelah makan MBG udang," katanya.

"Baunya enggak enak banget, udangnya," imbuh Azura.

Setelah menyantap makanan tersebut, Azura mulai merasakan sakit perut, begah, mual, dan pusing. Keluhan itu semakin terasa setelah dirinya pulang dari sekolah.

"Perut itu rasanya sakit, tapi begah juga, enggak enak. Terus agak pusing, pusingnya itu pusing yang sakit gitu. Terus sama mual," ujar Azura usai mendapat penanganan di Puskesmas Kabuh, Kamis, 3 September 2026.

Azura bukan satu-satunya siswa yang mengalami keluhan. Ia menyebut enam teman sekelasnya juga merasakan sakit setelah menyantap menu MBG tersebut. Beberapa siswa mengalami mules hingga diare.

"Yang sekelas ada enam," ujarnya.

Dugaan terhadap menu udang kemudian mendapat perhatian dari pihak SPPG Mangunan. Kepala SPPG Mangunan, Chakra Risky Fortuna, mengatakan pihaknya untuk sementara masih mencurigai udang sebagai salah satu kemungkinan penyebab gangguan kesehatan tersebut.

"Kalau dari indikasi, kemungkinan kita masih curiga terhadap udangnya," ucap Chakra kepada Jatimnet.com.

Namun, Chakra menegaskan dugaan tersebut belum dapat menjadi kesimpulan. Pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan untuk mengetahui penyebab pasti keluhan yang dialami para siswa.

Pada Rabu, 2 September 2026, paket MBG yang diterima siswa berisi udang saus padang, pepaya, sayur tumis, dan tahu. SPPG Mangunan menyalurkan menu tersebut kepada sekitar 2.899 penerima manfaat.

Dari jumlah tersebut, sekitar 689 penerima manfaat berada di SMPN 1 Kabuh. Namun, tidak seluruh siswa di sekolah tersebut mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu yang sama.

"Di SMPN 1 Kabuh terdapat sekitar 689 penerima manfaat, tetapi tidak seluruh siswa mengalami keluhan," ujar Chakra.

Di sisi lain, keterangan siswa mengenai aroma udang berbeda dengan penjelasan petugas SPPG. Chakra mengatakan petugas yang memasak tidak mencium bau menyengat dari udang saat proses pengolahan.

Ia juga menyebut bahan tersebut masih dalam kondisi segar ketika dimasak. Karena itu, pihak SPPG masih melakukan penelusuran untuk mengetahui sumber gangguan kesehatan tersebut.

"Udangnya sendiri waktu dimasak tidak bau. Masih segar. Makanya masih dicari penyebabnya," ungkapnya.

Pihak SMPN 1 Kabuh mulai menerima laporan siswa mengalami gangguan kesehatan pada Kamis pagi, 3 September 2026. Kepala SMPN 1 Kabuh, Suprihadiono, memperkirakan jumlah siswa yang mengalami keluhan mencapai sekitar 50 orang.

"Belum dihitung nanti jumlahnya, ada 50-an paling enggak," ucap Suprihadiono saat dikonfirmasi.

Petugas medis juga melakukan pemeriksaan terhadap siswa yang mengalami keluhan. Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan kini menjadi bagian penting dalam penelusuran kasus tersebut.

Hasil pemeriksaan nantinya akan menentukan apakah menu MBG, termasuk udang saus padang, memang berkaitan dengan gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

Dengan demikian, udang saat ini baru sebatas menjadi dugaan sementara. Belum ada hasil pemeriksaan yang memastikan bahan tersebut menjadi penyebab diare pada siswa SMPN 1 Kabuh.