Selasa, 09 June 2026 10:49 UTC

Proses evakuasi truk Mitsubishi Fuso Canter yang mengangkut 1.050 bata ringan di Jalan Bypass Mojokerto, Selasa, 9 Juni 2026. Foto: Hasan
JATIMNET.COM, Mojokerto – Sebuah truk Mitsubishi Fuso Canter yang mengangkut 1.050 bata ringan mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Bypass Mojokerto, tepatnya di wilayah Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Selasa pagi, 9 Juni 2026.
Insiden tersebut membuat sopir truk terjepit di dalam kabin yang rusak parah hingga proses evakuasi berlangsung lebih dari dua jam.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, truk bernomor polisi S 8195 WS itu melaju dari Jombang menuju Surabaya dengan membawa sekitar 12,5 meter kubik bata ringan. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 05.30 WIB saat kendaraan melintas di ruas Bypass Mojokerto.
Robi Binur (52), saksi mata yang berada di lokasi, mengatakan truk tiba-tiba kehilangan kendali dan bergerak ke sisi kiri jalan sebelum menabrak sejumlah objek di tepi jalan.
"Saya berpapasan dengan truk itu. Tiba-tiba oleng ke kiri, menabrak pohon palem, patok batas jalan, pagar rumah makan, lalu terguling ke sawah," ujarnya.
BACA: Tertabrak Truk Koperasi Merah Putih, Pelajar Surabaya Meninggal Dunia di Mojokerto
Setelah menghantam pagar Warung Lesehan Pak Sholeh, truk meluncur ke area persawahan yang berada sekitar dua meter lebih rendah dari permukaan jalan. Kendaraan kemudian terguling ke sisi kanan bersama seluruh muatannya.
Truk tersebut dikemudikan Hariyanto (40), warga Dusun Ngaren, Desa Plosogenuk, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang. Dalam perjalanan itu, ia ditemani kernet bernama Khoirul Anam (40), warga Desa Kayen, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang.
Anam mengaku sempat tertidur selama perjalanan. Ia baru terbangun ketika mendengar teriakan sopir beberapa saat sebelum kecelakaan terjadi.
"Saya merasakan truk turun dari aspal, lalu sopir berteriak 'awas, awas'. Setelah itu truk meluncur ke kiri," katanya.
Menurut Anam, dirinya baru menyadari situasi ketika truk menghantam papan reklame milik Warung Lesehan Pak Sholeh. Tidak lama berselang, kendaraan masuk ke area sawah dan akhirnya terguling.
"Saya terlempar keluar lewat kaca depan yang pecah. Kalau sopirnya terjepit di dalam kabin," ungkapnya.
BACA: Hiace Bawa Wisatawan Asing Tabrak Avanza di Tol Surabaya-Mojokerto
Akibat kecelakaan tersebut, Anam hanya mengalami luka lecet pada bagian tangan dan kaki. Sebaliknya, Hariyanto terjebak di dalam kabin yang ringsek akibat benturan keras dan tekanan beban muatan bata ringan yang dibawanya.
Petugas gabungan dari kepolisian, relawan, Palang Merah Indonesia (PMI), serta Damkar BPBD Mojokerto langsung menuju lokasi untuk melakukan penyelamatan. Tim juga mengerahkan dua unit truk derek guna membantu proses evakuasi korban dan kendaraan.
Upaya penyelamatan berlangsung cukup sulit karena kondisi kabin mengalami kerusakan berat. Setelah bekerja selama lebih dari dua jam, petugas akhirnya berhasil mengeluarkan Hariyanto dari dalam kabin sekitar pukul 07.55 WIB.
Anam menduga kecelakaan terjadi karena sopir mengantuk saat mengemudi. Namun, penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.
"Penyebabnya mungkin sopir mengantuk. Soalnya perjalanan baru dimulai dan baru membawa satu muatan," pungkasnya.
