Logo

Trah Hasyim Asy'ari di Antara Prabowo-Sandiaga dan Jokowi Ma'ruf

Reporter:

Sabtu, 03 November 2018 04:48 UTC

Trah Hasyim Asy'ari di Antara Prabowo-Sandiaga dan Jokowi Ma'ruf

Ilustrasi: Gilas Audi

JATIMNET.COM, Jakarta - Dukungan Irfan Yusuf, cucu pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari, kepada Prabowo-Sandiaga dalam pemilihan umum presiden 2019 direspon biasa-biasa saja oleh politisi Partai Kebangkitan Bangsa. "Saya kira tidak akan memberi pengaruh yang  besar atau signifikan karena secara umum seluruh keturunan Hasyim Asy'ari lebih banyak di pihak Jokowi-Ma'ruf," kata Ketua DPP PKB, Abdul Kadir di Jakarta, Jumat, 2 November 2018.

Karding mengatakan keluarga para pendiri Nahdlatul Ulama (NU) banyak yang mendukung pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil  Presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Karena itu dia menilai dukungan Irfan Yusuf yang merupakan cucu Hasyim Asy'ari kepada pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi tidak akan berpengaruh terhadap pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Dia mengatakan secara umum seluruh keturunan Hasyim Asy'ari lebih  banyak di pihak Jokowi-Ma'ruf seperti Ipang Wahid, Yenny Wahid, Muhaimin Iskandar, dan Romahurmuzziy. Menurut dia, mereka adalah keturunan Hasyim Asy'ari yang memiliki pengaruh kuat dan teruji di masyarakat sehingga warga NU melihat tokoh-tokoh tersebut.

"Selain itu memang NU sendiri secara institusional mendorong Kiai Ma'ruf jadi wakil. Jadi saya melihat selama ini rekam jejak yang panjang berkaitan dengan masyarakat dan penggalangan masyarakat yang saya sebut tadi," ujarnya. Sebelumnya, cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hasyim Asy'ari, Irfan Yusuf memutuskan bergabung dengan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandi.

Irfan mengatakan kondisi Indonesia empat tahun terakhir yang membuatnya ikut serta dalam perpolitikan nasional. "Saya nyaman di  pesantren namun situasi empat tahun ini masa membuat saya egois  maka saya mau bantu di sini," kata Gus Irfan di Prabowo-Sandi Media Center, di Jakarta, Kamis, 1 November 2018.

Dia mengatakan dalam empat tahun terakhir, kondisi dalam negeri  tidak seperti di Indonesia karena tiap orang saling ejek dan bertentangan dan dirinya khawatir para pemimpin tidak tahu kondisi tersebut.

Irfan Yusuf juga menegaskan bahwa dirinya terpaksa "turun gunung" dari pesantrennya untuk memenangkan Prabowo-Sandi karena kondisi  negara  saat  ini sedang mengalami sejumlah krisis dalam sektor ekonomi maupun budaya.

Dia mengatakan alasan lain dirinya memutuskan untuk mendukung  Prabowo-Sandi adalah karena dalam pemilihan presiden (Pilpres)  2019 terdapat pihak-pihak yang ingin membenturkan bahwa ini  merupakan pertarungan antara kelompok NU dan bukan NU. (Ant)