Temukan Situs Purbakala, Jasa Marga Belum Putuskan Geser Jalur

Anang Zakaria
Anang Zakaria

Kamis, 14 Maret 2019 - 08:56

JATIMNET.COM, Surabaya – PT Jasa Marga belum menentukan pergeseran rute Jalan Tol Pandaan-Malang meski ada penemuan situs purbakala pada jalur KM 37+700.

Direktur Utama PT JPM Agus Purnomo mengatakan masih menunggu keputusan resmi dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Mojokerto. “Kami masih menunggu hasilnya," katanya, Rabu 13 Maret 2019.

Sepanjang belum ada keputusan dari BPCB, ia mengatakan, proses pembangunan jalan tol tetap berjalan sesuai rencana. Tak ada perubahan atau pergeseran jalur.

BACA JUGA: Diduga Temukan Situs Purbakala, Pembangunan Jalan Tol Pandaan-Malang Dihentikan

Seperti diberitakan sebelumnya, pada 6 Maret 2019 lalu, dilaporkan adanya temuan benda purbakala areal proyek Jalan Tol Pandaan-Malang. Tepatnya, di titik 37 KM+700 di Desa Sekarpuro, Madyopuro Kabupaten Malang. Bentuknya, tumpukan bata merah yang terkubur di kedalaman satu meter dari permukaan tanah.

Sementara itu, General Manager Teknik PT PJPM M.Jajuli mengatakan telah menyiapkan beberapa skema untuk menanggapi putusan itu. Salah satunya, menggeser ruas jalan tol.

BACA JUGA: Jasa Marga Tutup Sementara Jalan Tol Ngawi-Kertosono

Skema pergeseran itu, memindahkan jalur sisi timur meski di situ ada Sungai Amprong. Karena lokasinya jalur baru di bantaran sungai, butuh konstruksi penahan untuk memperkuat struktur jalan.

Arkeolog Balai Pekestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan situs yang ditemukan di ruas jalan tol itu diduga berasal dari masa pra Kerajaan Majapahit. Dugaan itu didasarkan pada bagian dinding berupa batu bata yang tersusun menggunakan teknik batu gosok.

“Kalau dari ukuran batanya, terlihat lebih besar dari ukuran yang ada di Trowulan. Ini agak lebih besar, sehingga kemungkinan juga merujuk pada Pra Majapahit," katanya.(ant)

Baca Juga

loading...