Jumat, 31 July 2026 00:00 UTC

Ilustrasi: Hangat Secangkir Teh. -Dx Gen-AI
JATIMNET.COM - Teh hangat masih menjadi bagian penting dari keseharian masyarakat Indonesia. Di warung makan, rumah keluarga, ruang tamu, hingga tempat kerja, minuman ini hadir sebagai teman berbincang yang terasa akrab.
Meski tren kopi modern berkembang pesat, teh tetap mempertahankan posisinya sebagai minuman yang paling mudah ditemukan di berbagai lapisan masyarakat.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Statistik Teh Indonesia 2023 menunjukkan Indonesia masih menjadi salah satu negara penghasil teh dunia dengan produksi sekitar 114 ribu ton pada 2023.
Angka tersebut menggambarkan bahwa teh bukan sekadar komoditas perkebunan, tetapi juga bagian dari budaya konsumsi masyarakat yang terus bertahan
Kebiasaan menikmati teh juga terlihat pada pola konsumsi rumah tangga. Berdasarkan Statistik Konsumsi Pangan 2024 yang disusun Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian menggunakan data SUSENAS BPS, konsumsi teh celup mencapai sekitar 61,55 sachet per kapita per tahun pada 2024.
Angka itu menunjukkan teh tetap menjadi minuman yang rutin hadir di rumah-rumah Indonesia, meski pilihan minuman semakin beragam.
Tradisi yang Tumbuh Bersama Kebiasaan Bertamu
Banyak keluarga masih memiliki kebiasaan menyuguhkan teh hangat ketika tamu datang. Tradisi ini bukan sekadar soal minuman, melainkan bentuk penghormatan kepada orang yang berkunjung. Segelas teh hangat memberi jeda agar percakapan mengalir lebih santai.
Di Surabaya, suasana seperti ini masih mudah dijumpai. Warung nasi, depot sederhana, hingga rumah-rumah di kawasan permukiman tetap menyediakan teh hangat sebagai pelengkap makan atau teman berbincang selepas aktivitas.
Menariknya, teh tidak membutuhkan momen khusus. Ia dapat dinikmati pagi sebelum bekerja, siang setelah makan, maupun malam ketika keluarga berkumpul. Fleksibilitas inilah yang membuat teh tetap dekat dengan berbagai generasi.
Mengapa Teh Masih Bertahan di Tengah Banyak Pilihan Minuman
Perubahan gaya hidup memang menghadirkan beragam minuman baru. Kopi susu, minuman berbasis cokelat, hingga aneka minuman kekinian silih berganti menjadi tren. Namun teh memiliki keunggulan yang sulit digantikan.
Rasanya relatif ringan sehingga mudah dipadukan dengan berbagai jenis makanan. Biaya penyajiannya juga terjangkau, baik untuk rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner. Faktor ini membuat teh tetap menjadi pilihan praktis.
Kebiasaan tersebut sejalan dengan pola konsumsi masyarakat Indonesia yang masih menempatkan teh sebagai salah satu bahan minuman utama dalam belanja rumah tangga. Data konsumsi pangan nasional memperlihatkan keberadaan teh tetap stabil sebagai bagian dari kebutuhan sehari-hari.
Secangkir Teh Membantu Menciptakan Ruang Percakapan
Banyak percakapan penting justru berlangsung di depan secangkir teh. Diskusi keluarga, obrolan antarwarga, hingga pertemuan sederhana sering dimulai dengan menawarkan minuman hangat.
Fenomena ini menarik karena minuman ternyata memiliki fungsi sosial. Kehadiran teh membantu mencairkan suasana, memberi waktu bagi setiap orang untuk duduk lebih lama, sekaligus mengurangi kesan tergesa-gesa dalam berkomunikasi.
Tidak sedikit pelaku usaha kuliner di Surabaya tetap menyediakan teh hangat sebagai menu pendamping utama. Harganya yang terjangkau membuat hampir semua pelanggan dapat menikmatinya tanpa harus menambah beban pengeluaran.
Menikmati Teh dengan Lebih Bijak
Teh juga dapat menjadi pilihan yang lebih seimbang ketika disajikan tanpa tambahan gula berlebihan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar konsumsi gula tambahan dibatasi hingga kurang dari 10 persen dari total kebutuhan energi harian, bahkan lebih baik jika ditekan hingga di bawah 5 persen untuk memperoleh manfaat kesehatan yang lebih besar.
Anjuran tersebut menjadi pengingat bahwa manfaat sebuah kebiasaan tidak hanya ditentukan oleh jenis minumannya, tetapi juga cara menikmatinya. Mengurangi gula secara bertahap tetap memungkinkan cita rasa teh alami lebih terasa.
Pilihan sederhana seperti menggunakan daun teh berkualitas, air dengan suhu yang tepat, dan gula secukupnya dapat membuat pengalaman menikmati teh menjadi lebih menyenangkan tanpa kehilangan karakter khasnya.
Tradisi minum teh hangat menunjukkan bahwa budaya tidak selalu bertahan melalui perayaan besar. Kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari justru lebih mudah diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Di tengah perubahan gaya hidup masyarakat modern, secangkir teh masih menjadi simbol keramahan, ruang berbagi cerita, dan pengingat bahwa percakapan terbaik sering dimulai dari hal yang sederhana.
