JATIMNET.COM, Surabaya – Dimas Taat Pribadi divonis nihil (akumulasi hukuman dan pasal) oleh Ketua Majelis Hakim, Anne Rusiana dalam agenda sidang pembacaan vonis di ruang Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Taat Pribadi duduk di kursi pesakitan usai terbukti melakukan penipuan senilai Rp 10 miliar kepada korbannya, Muhammad Ali.

Sebelum menjatuhkan vonis, Hakim Ketua Anne Rusiana menjelaskan sebelum kasus ini diputuskan, terdakwa sudah menjalani vonis penjara untuk kasus pembunuhan selama 18 tahun penjara dan kasus penipuan selama 3 tahun penjara.

“Terdakwa telah menerima hukuman penjara secara akumulatif menjadi 21 tahun,” ujarnya dalam pembacaan vonis di PN Surabaya, Rabu 5 Desember 2018.

Dalam amar putusannya, Anne Rusiana menjelaskan terdakwa Taat Pribadi terbukti bersalah melakukan tindak pindana penipuan, dan melanggar pasal 378 KUHP tentang penipuan.

“Terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan pertama,” lanjut Anne.

Alasan putusan nihil ini sempat dibacakan Anne, karena sesuai dengan pasal Pasal 66 KUHP ayat 1, yang berbunyi, dalam gabungan dari beberapa perbuatan tersendiri dan masing-masing menjadi kejahatan yang terancam dengan hukuman utama yang tidak sejenis. Maka tiap-tiap hukuman itu dijatuhkan, akan tetapi jumlah hukumannya tidak boleh melebihi hukuman yang terberat sekali ditambah dengan sepertiganya.

Putusan hakim ini berbanding terbalik dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rachmad Hari Basuki, yang menuntut terdakwa empat tahun penjara. Usai putusan, hakim menutup sidang, JPU akan mengajukan banding terkait putusan hakim tersebut.

“Kami pasti akan mengajukan (banding) karena kami menilai terdakwa masih dapat dihukum lagi,” jelas Hari Basuki.

Taat Pribadi menjalani sidang di PN Surabaya ini terkait kasus dugaan penipuan senilai Rp 10 miliar kepada korbannya, Muhammad Ali. Pada beberapa kasus lainnya, Taat Pribadi juga sudah dihukum oleh majelis hakim selama 21 tahun penjara.