Susupi Demo Buruh, Dua Mahasiswa ITS Dikenakan Wajib Lapor

M. Khaesar Januar Utomo

Kamis, 2 Mei 2019 - 13:46

JATIMNET.COM, Surabaya - Polrestabes Surabaya melepaskan lima orang mahasiswa yang sempat diamankan setelah melakukan penyusupan di aksi demo buruh pada peringatan May Day, Rabu 1 Mei 2019. 

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera dari lima mahasiswa yang telah dilepas itu dua diantaranya dikenakan wajib lapor di Mapolrestabes Surabaya. "Dua orang itu bernama Riki Pratama Lianto dan Arif Budiman yang kami kenakan wajib lapor," ucapnya Kamis 2 Mei 2019.

BACA JUGA: Anggota FMN Surabaya Dibebaskan Setelah Ditangkap Polisi Saat MayDay

Sedangkan tiga mahasiswa lainnya yang hanya sekedar ikut ikutan saja, kata Barung, tidak dikenakan wajib lapor. "Dua mahasiswa yang dikenakan wajib lapor itu mahasiswa ITS," ucap Barung.

Barung menduga lima orang yang diamankan ini bagian dari kelompok anarko. Namun, ia tidak menjelaskan apa yang melandasi sehingga menyebut kelompok ini sebagai anarko.  

Dari pemeriksaan yang dilakukan polisi, kelompok penyusup ini ingin menyampaikan tuntutannya untuk menhentikan intimidasi di Tuban. "Namun mereka ini tidak memiliki izin melakukan aksi demo," beber Barung.

Barung menjelaskan kelompok ini akan melakukan beberapa tindakan mencoret-coret fasilitas publik, Vandalisme, serta tidak taat aturan. "Mereka ini sekelompok anak muda yang bergerak memanfaatkan event peringatan internasional seperti hari Buruh kemarin," jelasnya.

BACA JUGA: Kontras Pertanyakan Penangkapan Mahasiswa dalam Peringatan May Day Surabaya

Barung menambahkan kelompok akan menyusup dalam aksi dan melakukan tindakan anarkis. "Mereka tak segan untuk merusak fasilitas publik dan membuat kerusuhan di lokasi tersebut," ucapnya.

Barung juga mengatakan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya saat ini juga sedang memeriksa Anindya Junianto yang diduga sebagai penggerak aksi penyusupan.

Baca Juga

loading...