Rabu, 10 June 2026 11:00 UTC

Ilustrasi: Skill yang dicari. -Dx Gen-AI
JATIMNET.COM - Skill digital menjadi salah satu aset paling penting bagi mahasiswa yang ingin membangun side hustle. Perkembangan ekonomi digital telah mengubah cara perusahaan, UMKM, hingga individu mencari tenaga kerja.
Banyak pekerjaan yang sebelumnya hanya tersedia secara konvensional kini dapat dilakukan secara jarak jauh dengan sistem proyek atau freelance.
Fenomena ini semakin terlihat seiring pertumbuhan internet dan digitalisasi bisnis di Indonesia. Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan jumlah pengguna internet nasional mencapai 221,5 juta orang pada 2024 atau sekitar 79,5 persen dari total populasi.
Angka tersebut mencerminkan semakin besarnya aktivitas ekonomi yang berlangsung di ruang digital. Bagi mahasiswa, kondisi ini membuka peluang baru untuk memperoleh pengalaman profesional sekaligus penghasilan tambahan.
Namun, peluang tersebut hanya bisa dimanfaatkan secara optimal jika dibarengi dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar.
Mengapa Skill Digital Semakin Penting
Transformasi digital tidak hanya terjadi pada perusahaan teknologi. Saat ini hampir semua sektor memanfaatkan internet untuk pemasaran, pelayanan pelanggan, administrasi, hingga pengembangan produk.
Laporan e-Conomy SEA 2024 dari Google, Temasek, dan Bain & Company memperkirakan nilai ekonomi digital Indonesia mencapai sekitar US$90 miliar pada 2024, terbesar di Asia Tenggara. Angka tersebut menunjukkan besarnya aktivitas bisnis yang bergantung pada teknologi digital.
Pertumbuhan ini menciptakan kebutuhan terhadap tenaga kerja yang mampu membantu berbagai aktivitas digital. Menariknya, banyak kebutuhan tersebut tidak selalu memerlukan gelar khusus atau pengalaman kerja bertahun-tahun.
Mahasiswa yang memiliki keterampilan praktis justru sering menjadi pilihan karena lebih fleksibel, adaptif, dan terbiasa menggunakan teknologi terbaru.
Content Writing Masih Menjadi Kebutuhan Besar
Salah satu skill digital yang paling mudah diakses mahasiswa adalah kemampuan menulis konten. Website perusahaan, media digital, blog bisnis, hingga toko online membutuhkan artikel dan deskripsi produk secara rutin.
Kebutuhan tersebut membuat jasa content writer tetap memiliki pasar yang luas. Menulis bukan hanya soal menyusun kalimat. Penulis digital juga perlu memahami dasar optimasi mesin pencari, riset topik, serta kemampuan menyampaikan informasi secara jelas dan menarik.
Bagi mahasiswa yang gemar membaca dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik, bidang ini sering menjadi pintu masuk yang relatif mudah ke dunia freelance.
Selain itu, kemampuan menulis juga memiliki efek jangka panjang karena berguna dalam berbagai profesi setelah lulus kuliah.
Desain Grafis dan Konten Visual Semakin Dibutuhkan
Media sosial telah mengubah cara bisnis berkomunikasi dengan konsumen. Saat ini visual sering menjadi faktor pertama yang menarik perhatian audiens.
Karena itu, keterampilan desain grafis terus menjadi salah satu skill digital yang banyak dicari. UMKM, startup, komunitas, hingga perusahaan besar membutuhkan materi visual untuk promosi dan branding.
Menariknya, perkembangan teknologi desain membuat proses belajar menjadi lebih mudah dibanding sebelumnya. Banyak platform menyediakan alat desain yang ramah bagi pemula.
Mahasiswa yang mampu membuat konten visual menarik memiliki peluang memperoleh proyek pembuatan poster, desain media sosial, presentasi bisnis, hingga materi promosi digital.
Permintaan terhadap konten visual diperkirakan akan terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi kreatif dan pemasaran digital.
Video Editing Menjadi Keterampilan Bernilai Tinggi
Popularitas video pendek telah menciptakan kebutuhan besar terhadap editor video. Platform seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts membuat banyak pelaku usaha membutuhkan konten video secara konsisten. Tidak semua pemilik bisnis memiliki waktu atau kemampuan untuk mengedit sendiri.
Di sinilah peluang bagi mahasiswa yang menguasai video editing. Kemampuan memotong video, menambahkan teks, mengatur ritme visual, hingga memahami tren konten digital menjadi nilai tambah yang sangat dicari pasar.
Menurut laporan We Are Social dan Meltwater 2025, pengguna internet Indonesia menghabiskan rata-rata lebih dari 7 jam per hari untuk mengakses internet. Sebagian besar aktivitas tersebut berkaitan dengan konsumsi konten digital dan media sosial.
Tingginya konsumsi konten tersebut membuat kebutuhan terhadap produksi video terus bertumbuh dari tahun ke tahun.
Social Media Management Semakin Dicari UMKM
Tidak semua bisnis memiliki tim pemasaran khusus. Banyak UMKM yang mengelola media sosial secara mandiri dan membutuhkan bantuan untuk menjaga konsistensi konten.
Karena itu, keterampilan mengelola media sosial menjadi salah satu skill digital yang semakin populer sebagai side hustle.
Tugasnya tidak hanya membuat unggahan. Seorang social media manager juga perlu memahami jadwal publikasi, interaksi dengan audiens, analisis performa konten, dan strategi pertumbuhan akun.
Bagi mahasiswa yang aktif menggunakan media sosial dan memahami tren digital, bidang ini menawarkan peluang yang cukup besar.
Selain memberikan penghasilan tambahan, pengalaman mengelola akun bisnis juga menjadi portofolio yang bernilai ketika memasuki dunia kerja.
Memilih Skill yang Sesuai Minat Lebih Penting
Banyak mahasiswa tergoda mempelajari keterampilan hanya karena sedang populer. Padahal tidak semua skill cocok untuk setiap orang.
Faktor yang paling menentukan keberhasilan justru sering berasal dari minat dan konsistensi belajar. Seseorang yang menyukai menulis kemungkinan akan berkembang lebih cepat sebagai content writer dibanding memaksakan diri menjadi editor video. Begitu pula sebaliknya.
Karena itu, langkah terbaik adalah memilih satu bidang yang paling sesuai dengan minat dan mulai membangun kemampuan secara bertahap. Setelah memiliki dasar yang kuat, barulah keterampilan lain dapat ditambahkan untuk memperluas peluang.
Pada akhirnya, skill digital yang banyak dicari untuk side hustle bukan hanya soal mengikuti tren pasar. Keterampilan tersebut menjadi investasi jangka panjang yang membantu mahasiswa memperoleh pengalaman profesional, membangun portofolio, dan meningkatkan daya saing di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat.
