Rabu, 11 February 2026 11:30 UTC

Grafis Zero Waste. Dok: IG madhani.campaign
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 11 Februari 2026.
Dalam rapat tersebut, Prabowo memberikan sejumlah arahan strategis, salah satunya terkait percepatan pengembangan teknologi pengolahan sampah, khususnya pada skala mikro, sebagai pelengkap program Waste to Energy yang telah berjalan.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dalam keterangannya kepada awak media usai rapat menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menekankan pentingnya akselerasi inovasi yang telah dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi.
“Jadi Bapak Presiden memberikan arahan selain tentu Waste to Energy yang tetap terus berjalan. Beberapa teknologi pengolahan sampah skala mikro yang memang sudah dikembangkan di beberapa kampus tadi diminta oleh Bapak Presiden untuk dilakukan percepatan,” ujar Brian, dikutip dari website presiden.go.id.
Langkah ini menandai strategi pemerintah dalam membangun ekosistem pengelolaan sampah yang lebih adaptif, menggabungkan inovasi teknologi, peran perguruan tinggi, serta kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah sekaligus mempercepat terwujudnya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Statistik Pengelolaan Sampah. Sumber: https://portal-sipsn.kemenlh.go.id/
Pengelolaan sampah di Indonesia masih memprihatinkan. Menurut portal Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup, selama tahun 2025 terdapat 24,8 juta timbulan sampah dan masih 244 kota/kabupaten (47 persen) dari 514 kota/kabupaten yang memiliki pengelolaan sampah terintegrasi.
Lalu sampah yang terkelola masih sekitar 8,5 juta ton per tahun (34 persen) dan yang dikelola sampai tempat pemrosesan akhir masih sekitar 11,1 juta ton per tahun (36 persen).
