Logo

Ruang Keluarga Kembali Menjadi Tempat Berkumpul Favorit

Rumah terasa lebih hidup ketika percakapan menjadi aktivitas utama setelah hari yang panjang.
Reporter:,Editor:

Senin, 20 July 2026 08:00 UTC

Ruang Keluarga Kembali Menjadi Tempat Berkumpul Favorit

Ilustrasi: Hangat di Rumah. -Dx Gen-AI

JATIMNET.COM - Ruang keluarga kembali mendapat perhatian di tengah perubahan gaya hidup modern. Setelah seharian disibukkan oleh pekerjaan, sekolah, dan aktivitas digital, banyak keluarga memilih berkumpul di satu ruangan yang sama untuk berbincang, menikmati camilan, atau sekadar melepas lelah.

 

Fenomena ini menarik karena terjadi ketika penggunaan perangkat digital terus meningkat. Menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tingkat penetrasi internet Indonesia telah mencapai 79,5 persen pada periode 2024–2025 atau sekitar 221 juta pengguna.

 

Di sisi lain, laporan DataReportal Digital Indonesia 2025 mencatat rata-rata masyarakat Indonesia menghabiskan lebih dari 7 jam per hari di internet.

 

Angka tersebut menunjukkan bahwa ruang digital semakin mendominasi aktivitas sehari-hari. Meski demikian, ruang keluarga tetap memiliki fungsi yang belum tergantikan sebagai tempat bertemu secara langsung dan membangun kedekatan antaranggota keluarga.

 

 

Rumah Masih Menjadi Pusat Interaksi Keluarga

 

 

Perubahan pola kerja dan belajar membuat waktu berkumpul keluarga menjadi lebih berharga. Banyak orang baru memiliki kesempatan berbincang ketika seluruh aktivitas harian selesai.

 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Sensus Penduduk 2020 mencatat Indonesia memiliki lebih dari 89 juta rumah tangga. Jumlah tersebut menggambarkan besarnya peran rumah sebagai ruang utama bagi interaksi sosial paling mendasar.

 

Di ruang keluarga, percakapan sering muncul secara spontan. Anak bercerita tentang kegiatan di sekolah, orang tua membahas pekerjaan, sementara anggota keluarga lain saling bertukar pengalaman sepanjang hari.

 

Interaksi sederhana seperti ini sulit digantikan oleh percakapan melalui pesan singkat atau panggilan video.

 

 

Desain Rumah Modern Ikut Mengubah Kebiasaan Berkumpul

 

 

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak rumah mengadopsi konsep open space yang menggabungkan ruang tamu, ruang keluarga, dan ruang makan menjadi satu area terbuka.

 

Konsep tersebut membuat anggota keluarga lebih sering bertemu meskipun sedang melakukan aktivitas yang berbeda. Ada yang membaca buku, menyelesaikan pekerjaan menggunakan laptop, sementara yang lain menonton televisi atau menikmati teh hangat.

 

Di Surabaya, tren hunian minimalis dengan ruang komunal yang lebih luas semakin banyak dijumpai, baik pada rumah tapak maupun apartemen. Tata ruang seperti ini mendorong interaksi yang lebih alami dibanding rumah dengan banyak sekat.

 

Keberadaan ruang keluarga pun berkembang menjadi pusat aktivitas, bukan sekadar tempat meletakkan sofa dan televisi.

 

 

Percakapan Tatap Muka Masih Memiliki Nilai yang Sulit Digantikan

 

 

Teknologi memang memudahkan komunikasi, tetapi percakapan langsung tetap memiliki keunggulan tersendiri. Bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan intonasi suara membantu seseorang memahami perasaan lawan bicara secara lebih utuh.

 

Penelitian di bidang psikologi komunikasi selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa komunikasi tatap muka memperkuat rasa percaya dan kedekatan dibanding komunikasi yang hanya mengandalkan teks.

 

Karena itulah banyak keluarga mulai menetapkan waktu tertentu tanpa gangguan gawai, misalnya saat makan malam atau beberapa saat sebelum tidur.

 

Bukan berarti teknologi harus dijauhkan. Yang lebih penting adalah menciptakan keseimbangan sehingga perangkat digital tidak mengambil seluruh perhatian ketika keluarga sedang berkumpul.

 

 

Ruang Keluarga Menghadirkan Kenangan yang Bertahan Lama

 

 

Banyak kenangan masa kecil lahir dari ruang keluarga. Mulai dari menonton acara favorit bersama, merayakan ulang tahun sederhana, membantu anak mengerjakan tugas sekolah, hingga berbincang santai pada akhir pekan.

 

Kenangan tersebut sering melekat karena terjadi berulang dalam suasana yang akrab. Tidak selalu membutuhkan acara besar atau dekorasi mewah.

 

Ruang keluarga juga menjadi tempat berbagi kabar baik, mencari solusi ketika menghadapi masalah, serta merayakan pencapaian kecil yang mungkin tidak diketahui orang lain.

 

Di tengah perubahan teknologi yang berlangsung cepat, ruang keluarga tetap memiliki fungsi yang sulit digantikan. Kehangatan sebuah rumah bukan ditentukan oleh ukuran bangunan atau banyaknya perangkat elektronik, melainkan oleh kesempatan untuk saling mendengar, berbagi cerita, dan menikmati waktu bersama.

 

Kebiasaan sederhana itu terus memberi makna bagi kehidupan modern, termasuk di kota besar seperti Surabaya yang bergerak semakin dinamis.